RISET MAGANG – PEMANFAATAN VEGETASI BAGI BURUNG DI KUBAH WALLACEA SAHUL, TAMAN BURUNG JAGA SATWA NUSANTARA

Latar belakang:

Kawasan Wallacea dan Sahul dikenal sebagai wilayah dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, termasuk berbagai spesies burung endemik. Namun, kerusakan habitat akibat aktivitas manusia menyebabkan banyak burung kehilangan tempat hidup alaminya. Untuk menjaga kelestarian mereka, Taman Burung Jagat Satwa Nusantara membangun Kubah Wallacea Sahul, yaitu habitat buatan yang meniru kondisi alam asli burung.

Hasil dan Pembahasan:

Penelitian ini dilakukan untuk memahami bagaimana burung memanfaatkan vegetasi di dalam kubah. Vegetasi di dalam kubah berperan penting sebagai sumber pakan, tempat berlindung, lokasi bertengger, hingga area bersarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman burung di kubah sangat tinggi, dominansi spesies rendah, dan persebaran individu merata—menandakan habitat yang sehat dan sesuai bagi berbagai spesies.

Beberapa jenis pohon, seperti Ficus elastica (27,68%), Delonix regia (6,61%), dan Pometia pinnata (7,9), memiliki frekuensi pemanfaatan tinggi karena menyediakan pakan serta struktur yang ideal bagi burung untuk bertengger atau bersarang (Febriyanto et al., 2020). Sementara jenis vegetasi lain yang kurang dimanfaatkan umumnya memiliki struktur batang atau tajuk yang tidak sesuai dengan kebutuhan burung.

Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan konservasi ex-situ sangat bergantung pada pemilihan dan pengelolaan vegetasi yang sesuai. Dengan menyediakan vegetasi yang tepat, burung dapat mempertahankan perilaku alaminya dan berpeluang lebih besar untuk berhasil jika kelak dilepasliarkan. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi pengelolaan vegetasi untuk mendukung kelangsungan hidup burung endemik di Kubah Wallacea Sahul.

Baca Hasil Riset di sini

Berlangganan Layanan Email Kami

Dapatkan informasi mengenai Promo dan Kegiatan di Jagat Satwa Nusantara