Menjelajahi dunia reptil dan amfibi bukan sekadar mengetahui namanya, tetapi memahami perbedaan karakteristik keduanya. Peserta mengenali reptil bersisik seperti kadal, biawak, kura-kura, dan buaya serta membedakannya dengan amfibi berkulit licin…
SELENGKAPNYAPeserta mengenal buaya sebagai predator besar dengan kulit bersisik keras dan rahang kuat. Mereka juga mempelajari perbedaan buaya, aligator, kaiman, dan gharial melalui bentuk moncongnya.
SELENGKAPNYAPeserta mengenal kelompok kadal seperti iguana, biawak, hingga komodo serta memahami ciri khasnya sebagai reptil bersisik dengan ekor panjang dan tubuh kuat.
SELENGKAPNYAPeserta mengenal amfibi sebagai hewan yang hidup di dua alam. Mereka mengamati ciri khas seperti kulit licin, kaki untuk melompat, serta kemampuan berburu dengan lidah yang cepat.
SELENGKAPNYAMengenal reptil bukan hanya mengetahui namanya, tetapi memahami keunikan tubuh dan perilakunya. Peserta mengeksplorasi ciri khas seperti kulit bersisik, ekor pelindung pada biawak dan iguana, tempurung kura-kura, hingga lidah ular…
SELENGKAPNYAMengenal reptil bukan sekadar mengetahui bahwa mereka hewan melata, tetapi memahami ciri khasnya seperti kulit bersisik dan cara bergerak yang unik. Dalam sesi ini, anak-anak juga mengenal kura-kura dengan tempurungnya…
SELENGKAPNYAPada sesi ini, anak-anak mempelajari metamorfosis sempurna kupu-kupu dari telur hingga menjadi individu dewasa. Peserta memahami bahwa setiap tahap memiliki bentuk dan fungsi berbeda serta menganalisis keuntungan biologis dari fase…
SELENGKAPNYAPeserta mengeksplorasi serangga yang hidup di ekosistem alami seperti hutan tropis dan ekosistem buatan seperti persawahan. Mereka memahami peran serangga sebagai penyerbuk, pengurai, predator kecil, serta bagian penting dalam rantai…
SELENGKAPNYAPada sesi ini, anak-anak memahami bahwa tidak semua hewan kecil termasuk serangga. Peserta membedakan serangga dengan kerabatnya seperti laba-laba dan tarantula berdasarkan jumlah kaki dan ciri tubuh lainnya serta berlatih…
SELENGKAPNYAPeserta mengamati langsung morfologi semut dan kumbang serta mempelajari strategi bertahan hidup seperti mimikri dan kamuflase. Anak memahami bagaimana serangga dapat menyerupai lingkungan atau organisme lain untuk menghindari predator.
SELENGKAPNYAPada sesi ini, anak-anak mengenal taksidermi sebagai teknik ilmiah untuk mengawetkan serangga demi kepentingan pendidikan dan penelitian. Peserta mempelajari tahapan pengawetan serta mempraktikkan metode basah atau kering dengan pendampingan ahli.
SELENGKAPNYADalam sesi ini, anak-anak mendalami peran lebah sebagai penghasil madu sekaligus penyerbuk penting bagi ekosistem. Peserta membandingkan serangga bermanfaat seperti lebah dan kupu-kupu dengan yang merugikan seperti lalat, kecoa, dan…
SELENGKAPNYA