Nama umum: Ular Bandotan Candi
Nama ilmiah: Tropidolaemus wagleri
Famili: Viperidae
Asal habitat: Asia Tenggara
Ukuran: 75–130 cm
Harapan hidup: 12–18 tahun
Ciri-Ciri dan Morfologi
Ular ini memiliki tubuh pendek, tebal, dan berotot, dengan kepala besar berbentuk segitiga yang jelas terpisah dari leher. Warna tubuh sangat mencolok dan kontras, biasanya hijau terang dengan belang hitam atau biru gelap, serta aksen kuning pada beberapa bagian tubuh. Di antara mata dan lubang hidung terdapat pit organ, sensor panas yang digunakan untuk mendeteksi mangsa berdarah panas. Sisiknya kasar dan tebal, sementara taringnya panjang dan dapat dilipat saat mulut tertutup untuk menyuntikkan bisa hemotoksik.
Habitat dan Perilaku
Tropidolaemus wagleri merupakan ular arboreal yang sering ditemukan bertengger di dahan pohon atau semak. Spesies ini bersifat nokturnal, lebih aktif pada malam hari. Ia dikenal sebagai predator penyergap (ambush predator) yang dapat diam dalam waktu lama sambil menunggu mangsa lewat. Ular ini relatif lamban bergerak, namun akan menyerang dengan sangat cepat jika merasa terganggu atau saat berburu. Saat terancam, ia dapat menunjukkan perilaku defensif dengan membuka mulut lebar dan mempertahankan posisi.
Pola Makan
Ular ini adalah karnivora. Makanannya meliputi burung kecil, kadal, katak, dan mamalia kecil seperti tikus. Mangsa dilumpuhkan menggunakan bisa hemotoksik yang bekerja merusak jaringan dan sistem peredaran darah sebelum ditelan secara utuh.
Fakta Menarik
-
Mengalami dimorfisme seksual ekstrem: warna jantan dan betina sangat berbeda.
-
Termasuk ular yang jarang berpindah tempat, setia pada satu lokasi bertengger.
-
Pit organ memungkinkan ular ini “melihat panas” dalam kondisi gelap total.
-
Meskipun terlihat diam dan lamban, kecepatan serangannya sangat tinggi.
-
Sering disebut Temple Viper karena kerap ditemukan di area kuil di Malaysia.