Udang Kardinal Sulawesi

Nama umum: Udang Kardinal Sulawesi

Nama ilmiah: Caridina dennerli

Famili: Atyidae

Asal habitat: Endemik di Danau Matano, sistem Danau Malili, Sulawesi Selatan, Indonesia. Mereka mendiami daerah pesisir dan perairan dangkal danau berbatuan kapur (ancient lake), utamanya bersembunyi di bawah atau di celah-celah batuan berselimut alga pada kedalaman 0,5 hingga 5 meter.

Ukuran: 1,5–2 cm

Harapan hidup: 1 hingga 2 tahun


Ciri-Ciri dan Morfologi

Caridina dennerli adalah salah satu spesies udang hias air tawar paling eksotis dan ikonis dari kepulauan Nusantara. Tubuhnya didominasi oleh warna merah darah hingga merah ceri yang sangat pekat, yang dihiasi oleh bintik-bintik putih halus bernuansa biru mengilap di sepanjang karapas dan abdomennya. Ciri khas kontras paling menonjol terletak pada kaki depan (chelipeds) dan kaki jalannya yang berwarna putih bersih, serta antena panjang berwarna putih yang kontras dengan warna merah tubuhnya. Betina dewasa memiliki ukuran tubuh yang sedikit lebih membuncit di bagian abdomen untuk menampung telur.


Habitat dan Perilaku

Di habitat aslinya, udang ini menghuni perairan danau purba yang sangat spesifik: kaya akan oksigen, bersuhu hangat konstan (28–31°C), ber-pH sangat tinggi (alkalis, sekitar 8,0–8,5), dan memiliki tingkat kesadahan (gdh) yang relatif lunak. Secara perilaku, C. dennerli adalah pemukim dasar (benthic organism) yang sangat pemalu, nokturnal, dan bersifat gregarious (menyukai keberadaan kelompoknya). Mereka menghabiskan mayoritas waktunya merayap di atas bebatuan untuk memetik lapisan mikroalga dan biofilm menggunakan capit kecilnya yang bergerak cepat secara berulang-ulang, menyerupai gerakan “menari”.


Pola Makan

Spesies ini adalah detritivora / algivora mikro (pemakan mikro-organisme). Makanan utama mereka di alam liar mencakup diatom, mikroalga, detritus organik halus, serta biofilm kaya bakteri yang tumbuh di permukaan batuan danau. Di lingkungan penangkaran, mereka tergolong sangat pemilih (picky eater) dan utamanya bergantung pada ketersediaan biofilm alami di dalam akuarium matang. Mereka dapat menerima pakan tambahan khusus udang berupa bubuk spirulina, pakan mikro berbasis bakteri, atau daun ketapang/mulberry yang telah melapuk dan ditumbuhi mikro-organisme.


Fakta Menarik

  • Penghormatan Nama Perusahaan: Nama spesifik dennerli diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada produsen akuaristik asal Jerman, Dennerle, yang mendukung ekspedisi ilmiah eksplorasi spesies udang endemik di sistem Danau Malili, Sulawesi.

  • Pergerakan Kaki “Kardinal”: Gerakan capit dan kaki jalannya yang berwarna putih kontras saat mengikis alga di atas batuan gelap memberikan ilusi visual menyerupai seorang “dirigen” atau tarian jari yang sangat khas di antara udang hias lainnya.

  • Sensitivitas Parameter Ekstrem: Berbeda dari udang hias hibrida (Neocaridina/Caridina asal Asia Timur), C. dennerli memerlukan parameter air yang sangat spesifik yang meniru persis kimia air Danau Matano. Perubahan pH atau suhu yang mendadak sangat fatal bagi kelangsungan hidup mereka, menjadikan mereka salah satu spesies paling menantang untuk dijaga dan dibiakkan secara eks-situ.

Berlangganan Layanan Email Kami

Dapatkan informasi mengenai Promo dan Kegiatan di Jagat Satwa Nusantara