Nama umum: Synodontis Emas
Nama ilmiah: Synodontis nigrita var. ‘Gold’ (atau Synodontis nigrita var. ‘Albinos/Xanthic’)
Famili: Mochokidae
Asal habitat: Synodontis nigrita asli berasal dari kawasan Afrika Utara dan Barat (meliputi Cekungan Sungai Nile, Niger, Volta, Senegal, dan Gambia). Namun, varian ‘Gold’ ini merupakan variasi warna hasil seleksi pembiakan (aquaculture morph/mutation) yang sangat populer di kalangan hobiis akuaristik.
Ukuran: 15–20 cm
Harapan hidup: 8 hingga 12 tahun
Ciri-Ciri dan Morfologi
Synodontis nigrita var. ‘Gold’ memiliki bentuk tubuh kekar, padat, dan sedikit memampat ke samping khas lele Mochokidae. Perbedaan utama dari bentuk liar (wild type) yang berwarna cokelat/abu-abu gelap terletak pada pola warnanya yang didominasi warna kuning keemasan, krem, hingga jingga lembut yang bersih. Tubuhnya dihiasi oleh bintik-bintik halus berwarna kecokelatan hingga oranye gelap yang tersebar di sepanjang badan dan siripnya. Memiliki mata yang agak kemerahan atau gelap berpigmen tipis, sepasang sungut rahang atas yang panjang, serta dua pasang sungut rahang bawah bercabang (feathered barbels). Sirip punggungnya tegak dan kokoh, meski tidak sepanjang dan sefilamen Synodontis eupterus.
Habitat dan Perilaku
Di dalam akuarium eksibisi, varian ini menyukai lingkungan dengan pencahayaan yang sedikit ternaungi (dimmed light) serta kaya akan struktur persembunyian seperti kayu tenggelam, gua batu, atau pipa. Berbeda dengan spesies lele pemalu lainnya, S. nigrita tergolong cukup aktif dan berani menampakkan diri. Mereka bersifat benthopelagik dan semi-nokturnal. Sama seperti kerabatnya, varian ‘Gold’ ini memiliki kemampuan berenang dengan posisi tubuh terbalik (upside-down swimming) saat mengambil makanan di bawah permukaan ornamen atau kayu. Meskipun relatif tenang terhadap ikan perenang kolom atas berukuran sedang, mereka sangat teritorial terhadap sesama jenisnya (conspecifics) atau ikan pemukim dasar yang memiliki ukuran sepadan.
Pola Makan
Spesies ini adalah hewan omnivora opportunistik / scavenger bentik. Mereka tidak selektif dan sangat mudah menerima berbagai jenis pakan. Diet alaminya didasarkan pada serangga air, cacing, detritus, dan materi tumbuhan. Di lingkungan penangkaran, mereka menyukai wafer tenggelam, pelet berprotein sedang, cacing darah (bloodworms), Artemia, udang kecil cincang, serta sesekali pakan berbasis alga/spirulina untuk mempertahankan kejelasan pigmen emasnya.
Fakta Menarik
-
Dua Varian Pigmen (Leucistic vs Xanthic): Di pasaran, istilah “var. gold” sering kali merujuk pada individu dengan kondisi xanthisme (kelebihan pigmen kuning) atau leukisme (kehilangan pigmen gelap secara parsial). Varian ini mempertahankan keindahan pola bintik halus S. nigrita namun dengan latar belakang warna kuning terang yang sangat kontras.
-
Mekanisme Suara Vokalisasi (Squeaker): Seperti tipe liarnya, varian emas ini juga dapat mengeluarkan suara deritan khas (stridulation) ketika merasa terancam atau diangkat dari air, yang dihasilkan dari gesekan antar-tulang pada persendian sirip dadanya.
-
Perbandingan Karakter dengan S. eupterus: Meskipun sama-sama memiliki pola bintik dan bertubuh kekar, S. nigrita var. ‘Gold’ berukuran sedikit lebih kompak (maksimal ~20 cm) dan memiliki bentuk sirip punggung yang lebih pendek dan membulat dibandingkan sirip “bulu” S. eupterus yang sangat panjang menjulang.