Nama umum: Pelangi Sungai Tor
Nama ilmiah: Chilatherina sp. “Upper Tor”
Famili: Melanotaeniidae
Asal habitat: Endemik di wilayah utara Papua, Indonesia. Satwa liar ini ditemukan di sistem hulu drainase Sungai Tor (Upper Tor River), sebuah wilayah anak sungai pedalaman hutan hujan tropis yang terisolasi dan berair jernih.
Ukuran: 9–12 cm
Harapan hidup: 5 hingga 8 tahun
Ciri-Ciri dan Morfologi
Sebagai anggota genus Chilatherina, spesies ini memiliki bentuk kepala yang sedikit lebih meruncing dengan profil mulut yang lebih menunjuk ke depan (pointed snout) dibandingkan genus Melanotaenia. Pejantan dewasa Chilatherina sp. “Upper Tor” memiliki penampilan yang sangat spektakuler. Bagian atas tubuh hingga punggung mereka memancarkan kilau warna biru kehijauan metalik hingga perak neon yang pekat. Keunikan utama varian lokalitas ini terletak pada bagian bawah tubuhnya (perut hingga pangkal ekor) yang dihiasi oleh warna kuning lemon hingga jingga hangat, lengkap dengan guratan garis-garis vertikal gelap yang tegas di area perut saat mereka meregangkan siripnya (flaring). Betina tampil jauh lebih bersahaja dengan tubuh ramping berwarna kehijauan polos.
Habitat dan Perilaku
Di alam liar, Chilatherina sp. “Upper Tor” mendiami habitat anak sungai dataran tinggi atau perbukitan yang berarus sedang hingga cepat. Air di hulu Sungai Tor terkenal sangat jernih, kaya akan pasokan oksigen terlarut, dan mengalir di atas substrat yang didominasi oleh batuan kerikil besar, pasir bersih, serta sesekali sangkutan ranting pohon. Mereka adalah ikan koloni perenang cepat (active open-water schoolers) yang sangat lincah menghuni lapisan tengah hingga atas air. Karakter mereka sangat dinamis; mereka sangat menyukai area tangki yang memiliki arus air konstan untuk mensimulasikan gaya hidup mereka di sungai pegunungan.
Pola Makan
Ikan pelangi ini adalah hewan omnivora oportunistik dengan kecenderungan sebagai pemakan permukaan (surface feeder) yang andal berkat struktur mulutnya. Di habitat aslinya, makanan utama mereka terdiri dari berbagai jenis serangga terestrial (seperti semut hutan, lalat, dan kumbang kecil) yang jatuh dari kanopi ke permukaan air, serta larva serangga air, krustasea mikro, dan alga renik yang menempel di batuan. Di lingkungan penangkaran, mereka sangat menyukai pakan hidup atau beku seperti Artemia, kutu air, dan jentik nyamuk untuk menunjang kebutuhan energi mereka yang tinggi akibat aktif berenang.
Fakta Menarik
-
Karakteristik Genus Chilatherina: Berbeda dengan Melanotaenia yang umumnya menghuni rawa atau danau berarus lambat, rumpun Chilatherina seperti varian Upper Tor ini adalah “atlet” sungai yang berevolusi khusus untuk menghadapi riak arus sungai hutan yang lebih deras.
-
Master Kecerahan Pagi: Ritual display pejantan di pagi hari sangat intens. Saat sinar matahari pertama menembus air, warna kuning di bagian perut mereka akan berubah menjadi sangat kontras dan berkilau secara instan untuk menarik perhatian koloni betina.
-
Kebutuhan Oksigen Tinggi: Karena terbiasa hidup di hulu sungai yang deras, spesies ini sangat sensitif terhadap kondisi air yang pengap atau kekurangan oksigen. Manajemen aerasi dan sirkulasi air yang kuat adalah kunci utama keberhasilan memelihara galur murni ini di penangkaran.