Pelangi Boesemani Yukase

Nama umum: Pelangi Boesemani Yukase

Nama ilmiah: Melanotaenia boesemani “Yukase”

Famili: Melanotaeniidae

Asal habitat: Mendiami kawasan Yukase, sebuah area sistem perairan jernih yang terhubung atau berdekatan dengan kompleks Danau Ayamaru dan Danau Hain.

Ukuran: 8–11 cm

Harapan hidup: 5 hingga 8 tahun


Ciri-Ciri dan Morfologi

Melanotaenia boesemani “Yukase” mempertahankan bentuk fisik klasik M. boesemani bertubuh tinggi, tegap, dan pipih ke samping (deep-bodied) pada jantan dewasa yang matang gonad. Ciri estetika utama yang membedakan galur murni lokalitas “Yukase” ini adalah gradasi warna oranye yang cenderung lebih gelap, pekat, dan kemerahan pada bagian belakang tubuhnya hingga ke sirip ekor, kontras dengan bagian depan tubuhnya yang berwarna biru safir tua atau ungu metalik. Garis-garis vertikal gelap tipis di area tengah tubuh (zona transisi warna) terlihat sangat tegas dan tajam, menyala secara dramatis saat jantan sedang menegakkan siripnya (flaring).


Habitat dan Perilaku

Di habitat aslinya, kawasan Yukase didominasi oleh perairan dangkal yang mengalir lambat di atas lapisan batuan kapur (karst). Airnya berkarakter sangat jernih, kaya akan vegetasi tanaman air terendam (submerged plants) yang lebat, serta memiliki pencahayaan alami matahari yang melimpah. Mereka adalah ikan koloni (schooling fish) perenang tengah yang sangat aktif, lincah, dan damai. Di bawah sinar matahari pagi, pejantan dominan akan aktif memamerkan perubahan warna kilau metaliknya untuk menunjukkan dominasi visual di depan koloni betina yang berwarna perak kehijauan polos.


Pola Makan

Spesies ini adalah hewan omnivora oportunistik yang aktif menyunting pakan di kolom air. Makanan alami mereka di alam liar meliputi berbagai macam krustasea mikro, zooplankton, larva nyamuk, serta serangga terestrial berukuran kecil yang jatuh dari vegetasi pinggir sungai. Di fasilitas penangkaran atau eksibisi, pemeliharaan pigmen warna biru-oranye kemerahan yang pekat pada varian Yukase ini sangat bergantung pada pasokan pakan yang kaya akan karotenoid alami (seperti Artemia hidup, kutu air, dan cacing darah).


Fakta Menarik

  • Komoditas Galur Murni Lokalitas: Sama seperti varian “Uter”, kode lokasi “Yukase” melekat erat di kalangan pencinta ikan pelangi global untuk menjamin orisinalitas dan kemurnian silsilah liarnya (wild locality strain), menjadikannya aset pelestarian luar zonasi yang sangat berharga.

  • Pencinta pH Tinggi Karst: Berada di sistem perairan karst Ayamaru, varian Yukase sangat menyukai kondisi air keras (hard water) yang kaya akan mineral kalsium karbonat, dengan tingkat pH alkalin yang stabil berkisar antara 7.5 hingga 8.5.

  • Simbol Konservasi Kepala Burung: Eksistensi varian ini di alam liar menjadi indikator penting bagi kesehatan ekosistem perairan bawah tanah dan kelestarian vegetasi riparian di dataran tinggi Ayamaru dari ancaman alih fungsi lahan.

Berlangganan Layanan Email Kami

Dapatkan informasi mengenai Promo dan Kegiatan di Jagat Satwa Nusantara