Nama umum: Masuluh
Nama ilmiah: Glosaima aprion
Famili: Apogonidae
Asal habitat: Wilayah selatan Papua (Indonesia dan Papua Nugini) serta wilayah utara Australia. Mereka menghuni perairan tawar pedalaman yang tenang, seperti sungai berarus lambat, billabong, rawa-rawa hutan, dan danau dangkal yang dipenuhi vegetasi serta sisa-sisa kayu tumbang.
Ukuran: 15–18 cm
Harapan hidup: 3 hingga 5 tahun
Ciri-Ciri dan Morfologi
Glossamia aprion memiliki siluet tubuh yang kuat, padat, dan agak memanjang dengan bentuk mulut yang sangat besar dan rahang bawah yang sedikit maju ke depan (protrusible mouth). Warna tubuh mereka didominasi oleh perpaduan cokelat zaitun, krem, dan abu-abu kusam dengan pola bintik atau pita vertikal ireguler yang menggelap di sepanjang sisinya, berfungsi sebagai kamuflase di antara serasah daun. Ciri fisik yang paling menonjol adalah sepasang mata yang sangat besar dengan garis gelap yang melintasi pupilnya, serta sirip punggung (dorsal) ganda yang terpisah tegas, khas karakteristik famili Apogonidae.
Habitat dan Perilaku
Berbeda dengan mayoritas anggota keluarga cardinalfish yang menghuni terumbu karang air laut, spesies ini adalah salah satu dari sedikit yang telah berevolusi dan beradaptasi penuh di air tawar sejati. Mereka adalah ikan soliter yang bersifat nokturnal hingga krepusular (aktif pada fajar dan senja). Sepanjang siang hari, mereka memilih berdiam diri secara pasif, melayang mematung di bawah naungan tanaman air, akar pohon, atau sangkutan kayu (snags) untuk mengintai mangsa sekaligus menghindari perhatian predator yang lebih besar seperti ikan kakap putih (barramundi).
Pola Makan
Ikan ini adalah karnivora penyergap (ambush predator) yang sangat efisien. Dengan mata besarnya yang diadaptasi untuk melihat dalam kondisi minim cahaya, mereka memburu mangsa di dasar atau kolom air tengah. Diet utama mereka terdiri dari ikan-ikan kecil, udang tawar, krustasea mikro, larva serangga air, cacing, dan capung yang hinggap di permukaan air. Ketika target berada dalam jangkauan, rahang mereka yang fleksibel akan membuka lebar dalam sekejap, menciptakan efek vakum yang menghisap mangsa utuh-utuh masuk ke dalam rongga mulutnya yang luas.
Fakta Menarik
-
Evolusi Air Tawar: Meskipun penampilannya sekilas mirip dengan ikan gudgeon (Eleotridae), secara genetik dan taksonomi mereka adalah ikan capungan karang sejati yang bermigrasi dan sukses mendominasi relung ekologi air tawar pedalaman benua kuno Sahul (Papua-Australia).
-
Mouthbrooder Jantan: Spesies ini mempraktikkan pengasuhan anak yang luar biasa. Setelah proses memijah selesai, pejantan akan mengerami telur-telur di dalam mulutnya (paternal mouthbrooder). Selama masa pengeraman yang berlangsung selama beberapa minggu, pejantan akan berpuasa total demi menjaga keselamatan calon anak-anaknya hingga menetas dan siap dilepaskan.
-
Soliter di Akuarium: Karena sifatnya yang sangat teritorial terhadap sesama jenisnya dan mulutnya yang mampu menelan apa saja yang berukuran setengah dari tubuhnya, ikan ini membutuhkan penanganan khusus jika dicampur dengan biota berukuran mikro di dalam satu tangki komunal.