Nama umum: Ikan Padi
Nama ilmiah: Oryzias woworae
Famili: Adrianichthyidae
Asal habitat: Endemik di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, Indonesia. Spesies ini utamanya menghuni aliran sungai kecil, mata air berair jernih, dan rawa-rawa dataran rendah yang ternaungi lebatnya kanopi hutan hujan serta vegetasi riparian.
Ukuran: 2,5–3,5 cm
Harapan hidup: 3 hingga 5 tahun
Ciri-Ciri dan Morfologi
Oryzias woworae diakui secara luas sebagai salah satu spesies paling indah di antara seluruh kelompok ikan padi (ricefish). Tubuhnya langsing dan memanjang dengan sisik yang memancarkan warna biru nektar hingga biru neon metalik yang menyala di sepanjang tubuh bagian tengah hingga pangkal ekor. Kontras dengan warna tubuhnya, bagian dada, perut, serta tepi bawah sirip anal dan sirip ekor (caudal fin) dihiasi oleh rona merah terang hingga jingga menyala. Pejantan dewasa memiliki intensitas warna biru dan merah yang jauh lebih pekat serta bentuk sirip punggung dan anal yang lebih panjang dibandingkan betina.
Habitat dan Perilaku
Di alam liar, ikan ini mendiami perairan berarus lambat hingga tenang dengan dasar berupa pasir halus, mud, dan gugusan serasah daun gugur. Air di tempat hidupnya tergolong sangat jernih, bersuhu hangat, dan cenderung sedikit asam hingga netral. Secara perilaku, O. woworae adalah ikan koloni (schooling fish) perenang tengah dan atas yang sangat aktif, lincah, dan sangat damai. Mereka menghabiskan waktu dengan berenang bersama kelompoknya di celah-celah vegetasi air. Pejantan sesekali akan memamerkan warna terbaiknya (flaring) untuk memikat betina tanpa menimbulkan agresivitas fisik yang merusak.
Pola Makan
Spesies ini adalah hewan omnivora/insektivor mikro yang berburu di dekat permukaan dan kolom air tengah. Struktur mulutnya yang mengarah ke atas dirancang adaptif untuk menyerap pakan berukuran kecil. Diet alami mereka di alam mencakup krustasea mikro, zooplankton, larva nyamuk, serta serangga terestrial berukuran sangat kecil yang jatuh ke air. Di lingkungan penangkaran, mereka menerima pakan pelet mikro mengapung dengan sangat baik, namun membutuhkan asupan pakan hidup seperti Artemia nauplii, kutu air (Daphnia/Moina), atau cacing sutra untuk memicu pemijahan dan mempertahankan intensitas warna neonnya.
Fakta Menarik
-
Penemuan yang Gempar: Spesies ini baru resmi dideskripsikan pada tahun 2010 oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Daisy Wowor dari LIPI (sekarang BRIN), di mana nama spesies ini diabadikan sebagai bentuk penghormatan atas kontribusinya bagi keanekaragaman hayati Indonesia.
-
Strategi Bertelur Unik: Berbeda dengan kebanyakan ikan yang langsung menyebarkan telurnya, betina O. woworae akan membawa gugusan telur yang telah dibuahi di dekat lubang genitalnya (urogenital pore) selama beberapa jam hingga beberapa hari, tampak seperti sekelompok buah anggur kecil, sebelum menempelkannya pada tanaman air berdaun halus.
-
Ikan Model Riset & Akuaristik: Kombinasi ukuran tubuh yang kerdil (nano fish), warna yang sangat mencolok, serta daya tahan tubuh yang relatif tinggi membuat O. woworae dengan cepat menjadi komoditas akuascaping populer di tingkat global sekaligus objek studi genetika dan konservasi fauna endemik Sulawesi.