Nama umum: Ikan Lidah Sungai
Nama ilmiah: Cynoglossus feldmanni
Famili: Cynoglossidae (Keluarga ikan lidah / tonguefish)
Asal habitat: Endemik di wilayah Asia Tenggara, utamanya ditemukan di sistem perairan tawar dataran rendah di pulau Sumatra dan Kalimantan (Indonesia), serta sebagian wilayah Semenanjung Malaysia, Thailand, dan Cekungan Sungai Mekong. Mereka menghuni dasar sungai berair jernih hingga keruh yang kaya akan substrat pasir halus atau lumpur.
Ukuran: 15–25 cm
Harapan hidup: 4 hingga 7 tahun
Ciri-Ciri dan Morfologi
Cynoglossus feldmanni adalah anggota famili Cynoglossidae yang telah berevolusi menjadi pemukim air tawar sejati. Tubuhnya sangat pipih melintang, memanjang, dan berbentuk asimetris menyerupai lidah (tongue-shaped). Seluruh mata terletak pada sisi kiri tubuhnya (sinistral), sedangkan sisi kanan tubuhnya (blind side) berwarna putih krem polos tanpa pigmen dan menghadap langsung ke dasar sungai. Ciri khas utama genus ini adalah sirip punggung (dorsal), sirip anal, dan sirip ekornya yang menyatu penuh membentuk satu tepi sirip yang kontinyu di sekeliling tubuhnya. Warna permukaan atas tubuhnya berkisar dari cokelat kemerahan hingga zaitun kusam, dihiasi bintik-bintik atau marbel gelap yang membaur sempurna dengan substrat.
Habitat dan Perilaku
Spesies ini adalah penghuni dasar perairan (demersal/benthic) yang sangat pasif dan soliter. Mereka menghabiskan hampir seluruh waktunya dengan membenamkan seluruh tubuhnya ke dalam substrat pasir atau sedimen lumpur halus, hanya menyisakan mata kecilnya yang menyembul ke permukaan untuk memantau keadaan sekitar. Cara berenang mereka sangat unik dan halus, meliuk-liuk menyusuri kontur dasar air mirip seperti karpet melayang. Mereka bersifat terutama nokturnal (aktif beraktivitas dan berburu di malam hari) serta bersembunyi sepanjang siang.
Pola Makan
Spesies ini adalah karnivora bentik / penyergap dasar (benthic predator). Di habitat aslinya, diet mereka didominasi oleh invertebrata kecil yang hidup di dalam atau di atas substrat, seperti cacing cacing air (Oligochaeta), krustasea mikro, larva serangga air, serta ikan-ikan kecil dasar yang melintas di dekat mulutnya. Mereka berburu dengan mengandalkan indera penciuman dan penglihatan jarak dekat yang tajam, menyergap mangsa dari bawah pasir secara kilat dengan menyedotnya menggunakan mulut asimetrisnya yang terletak agak di bawah.
Fakta Menarik
-
Navigasi Sisi Kiri Mata (Sinistral Flatfish): Berbeda dengan belut ular atau ikan sebelah famili Soleidae (seperti Brachirus selheimi yang matanya bermigrasi ke sisi kanan), Cynoglossus feldmanni adalah ikan lidah yang kedua matanya berpindah secara permanen ke sisi kiri kepala selama fase metamorfosis larva menjadi juvenil.
-
Perenang Tanpa Sirip Dada: Spesies ini telah kehilangan sirip dada (pectoral fins) secara total dalam proses evolusinya, memungkinkannya meluncur dan membenamkan diri ke dalam lumpur atau pasir halus tanpa hambatan mekanis dari sirip samping.
-
Toleransi Substrat Asli: Di fasilitas eksibisi atau pemeliharaan, keberadaan substrat halus berupa pasir silika yang sangat bersih adalah syarat mutlak. Substrat berstruktur tajam atau kasar dapat mengikis permukaan bawah tubuhnya yang lunak, yang sering memicu infeksi infeksi jamur dan infeksi bakteri pada organ luarnya.