Ikan Gurami Kerdil Gunawan

Nama umum: Ikan Gurami Kerdil Gunawan

Nama ilmiah: Parosphromenus gunawani

Famili: Osphronemidae

Asal habitat: Jambi, Pulau Sumatra, Indonesia.

Ukuran: 2,5 hingga 3 sentimeter

Harapan hidup: 3 hingga 5 tahun


Ciri-Ciri dan Morfologi

Secara visual, Parosphromenus gunawani jantan adalah salah satu yang paling spektakuler di genusnya. Tubuhnya memiliki pola garis-garis gelap dan terang yang kontras. Keistimewaannya terletak pada sirip punggung, sirip anal, dan ekor yang memiliki pita warna merah yang sangat lebar dan tegas, dibatasi oleh garis hitam yang pekat dan diakhiri dengan tepian biru metalik (iridescent) yang menyala. Ikan betina memiliki warna yang jauh lebih pudar (kecokelatan) dan pola sirip yang tidak mencolok, yang merupakan ciri khas perlindungan diri bagi betina dalam genus ini.


Habitat dan Perilaku

Di habitat aslinya, ikan ini hidup dalam kondisi air dengan kandungan mineral yang hampir nol (sangat lunak) dan pH yang sangat rendah (asam). Perilaku mereka sangat tenang dan cenderung soliter. Mereka adalah penghuni gua atau celah sempit; jantan akan memilih sebuah tempat persembunyian (seperti di bawah daun atau di dalam lubang) dan akan menjaganya dengan sangat ketat dari jantan lain, terutama saat mendekati masa reproduksi.


Pola Makan

Parosphromenus gunawani adalah karnivora murni yang memburu mangsa kecil di antara serasah daun.


Fakta Menarik

  • Spesies Baru: Ikan ini baru secara resmi diakui sebagai spesies terpisah pada tahun 2021, setelah sebelumnya sering dianggap sebagai varian dari spesies lain.

  • Warna “Benderang”: Dibandingkan spesies lain, warna merah pada sirip jantan P. gunawani cenderung lebih dominan dan lebar, menutupi sebagian besar area siripnya.

  • Metode Pemijahan: Saat kawin, jantan akan menunjukkan perilaku unik di mana ia merayu betina dengan posisi tubuh yang melengkung atau kepala menunduk ke bawah di dekat sarang busa yang dibuatnya.

  • Spesies Terancam: Karena hanya ditemukan di Pulau Bangka, kelestarian mereka sangat terancam oleh aktivitas pertambangan timah dan pembukaan lahan yang merusak kualitas air rawa gambut.

Berlangganan Layanan Email Kami

Dapatkan informasi mengenai Promo dan Kegiatan di Jagat Satwa Nusantara