Ikan Damba Bergaris

Nama umum: Ikan Damba Bergaris

Nama ilmiah: Paretroplus menarambo

Famili: Cichlidae

Asal habitat: Spesies ini adalah endemik Madagaskar, khususnya berasal dari Danau Sarodrano di sistem drainase Sungai Bemarivo. Mereka menghuni perairan tawar yang relatif tenang.

Ukuran: 20–25 cm

Harapan hidup: 10 hingga 15 tahun


Ciri-Ciri dan Morfologi

Menarambo memiliki bentuk tubuh yang sangat khas, yaitu sangat pipih secara lateral (oval) dan tinggi, mirip dengan bentuk ikan cakram (discus). Warna tubuhnya didominasi oleh abu-abu keperakan hingga kecokelatan dengan pola garis-garis horizontal gelap yang halus (pinstripe) di sepanjang sisi tubuhnya. Ciri yang paling mencolok adalah sirip ekornya yang memiliki tepian berwarna merah cerah atau oranye pekat. Kepalanya memiliki profil yang menanjak curam dengan mulut yang terletak agak di bawah, menunjukkan adaptasi sebagai pemakan di dasar perairan.


Habitat dan Perilaku

Di alam liar, Menarambo adalah ikan sosial yang cenderung hidup dalam kelompok. Mereka adalah penghuni dasar dan lapisan tengah perairan. Secara perilaku, mereka dikenal cukup damai dibandingkan banyak jenis cichlid lainnya, namun tetap bisa menjadi agresif saat memasuki musim kawin untuk menjaga area sarangnya. Mereka sangat suka menggali substrat pasir atau lumpur untuk mencari makanan. Spesies ini sangat sensitif terhadap perubahan kualitas air, sehingga membutuhkan lingkungan yang sangat stabil dan bersih.


Pola Makan

Sebagai omnivora yang cenderung karnivora, diet utama Menarambo di habitat aslinya terdiri dari moluska (siput air), krustasea, dan larva serangga. Mulut dan struktur giginya berevolusi untuk menghancurkan cangkang mangsa kecil yang ditemukan di dasar danau. Selain protein hewani, mereka juga sesekali mengonsumsi materi tumbuhan dan detritus yang ada di dasar perairan. Dalam pengelolaan di akuarium, mereka membutuhkan variasi pakan yang kaya akan kalsium untuk menjaga kekuatan struktur tubuh dan siripnya.


Fakta Menarik

  • Bangkit dari Kepunahan: Spesies ini sempat dinyatakan punah di alam liar (Extinct in the Wild) selama beberapa tahun. Namun, melalui program penangkaran yang ketat di kebun binatang dan akuarium di seluruh dunia, populasi mereka berhasil dijaga dan beberapa telah dicoba untuk diperkenalkan kembali ke habitat aslinya.

  • Saudara Damba: Mereka berkerabat dekat dengan Paretroplus damii (Damba), namun Menarambo memiliki pola garis yang jauh lebih halus dan rapi.

  • Induk yang Kompak: Saat memijah, kedua induk Menarambo bekerja sama dengan sangat luar biasa. Mereka akan membersihkan permukaan batu untuk menempelkan telur dan menjaganya secara bergantian dengan sangat ketat dari ancaman ikan lain.

Berlangganan Layanan Email Kami

Dapatkan informasi mengenai Promo dan Kegiatan di Jagat Satwa Nusantara