Gurami Kerdil Berbintik Ceri

Nama umum: Gurami Kerdil Berbintik Ceri

Nama ilmiah: Parosphromenus parvulus

Famili: Osphronemidae

Asal habitat: Kalimantan (Borneo), Indonesia.

Ukuran: 2,5 hingga 3 cm

Harapan hidup: 3 hingga 5 tahun


Ciri-Ciri dan Morfologi

Secara visual, ikan ini memiliki bentuk tubuh memanjang yang elegan. Warna dasarnya biasanya cokelat muda atau krem dengan garis-garis gelap horisontal yang tegas di sepanjang tubuhnya. Perbedaan antara jantan dan betina sangat mencolok; ikan jantan memiliki sirip punggung, ekor, dan dubur yang sangat indah dengan tepian berwarna biru metalik yang menyala. Sebaliknya, ikan betina tampil lebih sederhana dengan warna tubuh yang lebih pucat dan sirip yang cenderung transparan, yang berguna sebagai kamuflase untuk melindungi diri.


Habitat dan Perilaku

Di alam liar, mereka hidup di rawa gambut dan aliran sungai hutan yang airnya berwarna gelap (seperti air teh) akibat pelapukan daun kering. Air ini memiliki kandungan mineral yang sangat rendah dan tingkat keasaman (pH) yang sangat tinggi (sangat asam, terkadang di bawah pH 4.0). Ikan ini memiliki sifat yang sangat tenang, lembut, dan cenderung pemalu. Mereka lebih suka menghabiskan waktu di lantai dasar akuarium atau bersembunyi di balik tanaman dan tumpukan daun untuk merasa aman. Meskipun tampak pasif, ikan jantan akan menunjukkan sisi teritorialnya ketika musim kawin tiba, di mana ia akan memilih sebuah “gua” atau celah kecil sebagai wilayah kekuasaannya dan tempat untuk membangun sarang.


Pola Makan

Di alam liar, mereka bertahan hidup dengan memangsa krustasea kecil dan larva serangga yang ditemukan di sela-sela serasah daun.


Fakta Menarik

  • Penari Terbalik: Saat melakukan ritual pemijahan (perkawinan), ikan jantan akan berenang dengan posisi kepala di bawah atau bahkan terbalik di dalam gua untuk memikat betina.

  • Pembuat Sarang Busa: Mereka biasanya bertelur di dalam gua kecil di mana jantan akan menjaga sarang busa dan telurnya hingga menetas.

  • Status Terancam: Akibat pembukaan lahan kelapa sawit dan kerusakan hutan rawa gambut di Kalimantan, populasi mereka di alam liar terus menurun dan dianggap sebagai spesies yang sangat terancam punah.

  • Indikator Air Bersih: Keberadaan mereka di alam menandakan air yang sangat murni dan lingkungan yang belum tercemar limbah kimia berat.

Berlangganan Layanan Email Kami

Dapatkan informasi mengenai Promo dan Kegiatan di Jagat Satwa Nusantara