Nama umum: Gudgeon Merak
Nama ilmiah: Tateurndina ocellicauda
Famili: Eleotridae
Asal habitat: Papua Nugini
Ukuran: 5–7,5 cm
Harapan hidup: 3 hingga 5 tahun
Ciri-Ciri dan Morfologi
Meskipun berukuran kecil, Gobi Merak adalah salah satu ikan air tawar paling berwarna di dunia. Tubuhnya yang memanjang memiliki warna dasar biru pucat keperakan yang dihiasi dengan bintik-bintik dan garis-garis vertikal berwarna merah cerah. Ciri paling ikonik yang mendasari namanya adalah adanya titik hitam besar yang dikelilingi warna kuning di pangkal ekornya, menyerupai pola “mata” pada bulu merak. Sirip-siripnya lebar dan indah dengan tepian berwarna kuning cerah. Jantan dewasa biasanya memiliki dahi yang lebih menonjol (nuchal hump) dan tubuh yang lebih ramping dibandingkan betina yang perutnya cenderung lebih bulat dan berwarna kuning saat siap memijah.
Habitat dan Perilaku
Ikan ini menghuni perairan yang sangat tenang dengan banyak tempat persembunyian seperti akar pohon, tanaman air, dan guguran daun. Berbeda dengan banyak jenis Gobi lainnya, Gobi Merak bukan merupakan penghuni dasar (bentik) sejati; mereka lebih sering terlihat berenang dengan tenang di lapisan tengah air. Secara perilaku, mereka sangat damai dan tidak agresif, namun jantan bisa menjadi sedikit teritorial saat menjaga area sarangnya. Mereka memiliki cara berenang yang unik, sering kali terlihat “melayang” di antara tanaman air sambil memamerkan siripnya yang berwarna-warni.
Pola Makan
Di alam liar, Gobi Merak adalah karnivora mikropredator. Makanan utama mereka terdiri dari berbagai jenis krustasea kecil, larva serangga, cacing air, dan zooplankton yang melimpah di habitat rawa. Mereka memiliki mulut yang relatif kecil namun mampu menyambar mangsa dengan cepat. Mereka sangat bergantung pada pakan hidup atau pakan beku yang kaya protein untuk menjaga intensitas warna tubuhnya yang cemerlang. Mereka jarang sekali mengonsumsi materi tumbuhan, kecuali jika tidak ada sumber protein lain yang tersedia.
Fakta Menarik
- Bukan Gobi Sejati: Meskipun sering disebut “Gobi”, secara taksonomi mereka termasuk dalam famili Eleotridae (Gudgeon). Perbedaan utamanya adalah sirip perut mereka tidak menyatu membentuk alat penghisap seperti pada keluarga Gobiidae.
- Pemijah Lubang: Mereka adalah cave spawners; jantan akan memilih lubang kecil atau celah kayu sebagai sarang, memikat betina untuk bertelur di sana, dan kemudian jantanlah yang akan menjaga telur-telur tersebut hingga menetas.
- Tanda Mata Palsu: Titik hitam di pangkal ekornya berfungsi sebagai mekanisme pertahanan untuk mengelabui predator, membuat predator bingung menentukan mana bagian kepala dan mana bagian ekor saat ikan ini mencoba melarikan diri.