Nama umum: Cucak Janggut
Nama ilmiah: Alophoixus bres
Famili: Pycnonotidae
Asal habitat: Burung ini merupakan spesies asli Indonesia yang tersebar di wilayah Pulau Jawa dan Bali. Mereka menghuni lapisan bawah hingga tengah hutan hujan dataran rendah serta hutan perbukitan yang rimbun.
Ukuran: 22–23 cm
Harapan hidup: 10 hingga 12 tahun
Ciri-Ciri dan Morfologi
Cucak Janggut adalah salah satu jenis merbah yang memiliki penampilan paling mencolok dan “ekspresif”. Tubuh bagian atas didominasi warna cokelat zaitun, sementara bagian bawahnya berwarna kuning terang yang kontras. Ciri khas utamanya yang sangat ikonik adalah bulu-bulu putih panjang di bagian tenggorokan yang dapat dikembangkan menyerupai “janggut” (fluffy white throat). Selain itu, mereka memiliki jambul (crest) yang cukup tegak di atas kepala dan lingkaran mata (orbital ring) berwarna abu-abu pucat yang memberikan kesan wajah yang khas. Paruhnya kuat dan tajam, sangat ideal untuk mematuk buah maupun menangkap serangga.
Habitat dan Perilaku
Burung ini merupakan penghuni setia hutan primer dan sekunder yang memiliki vegetasi rapat. Mereka dikenal sebagai burung yang sangat vokal, aktif, dan sering bergerak dalam kelompok keluarga kecil atau bergabung dalam kelompok campuran (mixed-species feeding flocks). Secara perilaku, Empuloh Janggut sangat teritorial dan berisik; mereka akan mengembangkan bulu janggut dan jambulnya sambil mengeluarkan suara kicauan yang kasar dan tajam saat merasa terancam atau sedang berkomunikasi dengan sesamanya. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu di kerimbunan semak dan dahan rendah untuk menghindari predator udara.
Pola Makan
Sebagai burung omnivora, diet Cucak Janggut sangat seimbang antara materi nabati dan protein hewani. Mereka sangat menyukai berbagai jenis buah-buahan hutan yang lunak, seperti buah ara (ficus) dan beri-berian. Selain buah, mereka adalah pemburu serangga yang handal; mereka sering melakukan manuver sallying (terbang menyambar) untuk menangkap serangga yang terbang atau menyisir ulat dan laba-laba di balik dedaunan. Paruhnya yang kokoh memungkinkan mereka untuk mengolah berbagai ukuran serangga dengan efisien.
Fakta Menarik
-
Mekar Saat Berkicau: Saat sedang bersemangat atau berkicau dengan keras, bulu putih di tenggorokannya akan mengembang maksimal hingga menutupi sebagian rahang bawahnya.
-
Penjaga Hutan: Karena sifatnya yang sangat waspada dan vokal, kehadiran burung ini sering menjadi “alarm” bagi penghuni hutan lainnya jika ada predator yang mendekat.
-
Peran Ekologis: Sebagai pemakan buah yang aktif berpindah tempat, Empuloh Janggut berperan penting dalam proses regenerasi hutan melalui penyebaran biji-bijian yang mereka konsumsi.