Cica Daun Besar

Nama umum: Cica-daun Besar

Nama ilmiah: Chloropsis sonnerati

Famili: Chloropseidae

Asal habitat: Spesies ini merupakan penghuni asli kawasan Asia Tenggara, mencakup Semenanjung Malaya, Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Bali. Mereka biasanya ditemukan di hutan hujan tropis dataran rendah hingga ketinggian menengah.

Ukuran: 18–21 cm

Harapan hidup: 8 hingga 12 tahun


Ciri-Ciri dan Morfologi

Cica-daun Besar adalah maestro penyamaran di tajuk pohon. Seluruh tubuhnya didominasi oleh warna hijau zamrud yang sangat cerah, memungkinkan mereka menyatu sempurna dengan dedaunan (kripis). Perbedaan visual antara jantan dan betina cukup mencolok (dimorfisme seksual); burung jantan memiliki “topeng” hitam pekat di bagian wajah hingga tenggorokan yang dibatasi oleh garis biru mengkilap di bagian rahang bawah, sementara betina memiliki tenggorokan berwarna kuning tanpa topeng hitam. Paruhnya kuat dan sedikit melengkung, dirancang khusus untuk mengambil nektar serta menangkap serangga.


Habitat dan Perilaku

Burung ini menghuni lapisan tengah dan atas tajuk hutan (canopy). Mereka dikenal sebagai burung yang sangat aktif dan akrobatik saat mencari makan, seringkali terlihat bergelantungan terbalik di ujung ranting. Cica-daun Besar memiliki sifat teritorial dan cenderung soliter atau berpasangan. Keunggulan utama spesies ini terletak pada kecerdasannya dalam berkomunikasi; mereka adalah peniru suara yang sangat ulung. Di alam liar, mereka sering meniru suara burung predator atau burung lain untuk mengelabui pesaing atau menjaga wilayah kekuasaannya.


Pola Makan

Sebagai burung omnivora yang oportunistik, diet Cica-daun Besar sangat bervariasi tergantung pada ketersediaan musim. Mereka sangat menyukai buah-buahan hutan yang matang, terutama buah ara (ficus). Selain buah, mereka adalah pengunjung bunga yang rajin untuk mengisap nektar menggunakan lidahnya yang berujung seperti kuas. Untuk memenuhi kebutuhan protein, mereka berburu berbagai jenis serangga, ulat, dan laba-laba yang mereka temukan di sela-sela kulit pohon atau di balik dedaunan.


Fakta Menarik

  • Mimikri Ulung: Mereka mampu meniru suara berbagai jenis burung lain dengan sangat akurat, sehingga sering kali membingungkan pengamat burung di hutan.

  • Warna Biru Tersembunyi: Jika diperhatikan dengan teliti di bawah cahaya yang tepat, terdapat noktah atau garis biru kecil di bahu dan tepian sayapnya yang memberikan kilauan metalik.

  • Penyerbuk Alami: Karena kegemarannya mengonsumsi nektar, burung ini berperan penting sebagai agen penyerbukan bagi berbagai jenis pohon hutan tropis.

Berlangganan Layanan Email Kami

Dapatkan informasi mengenai Promo dan Kegiatan di Jagat Satwa Nusantara