Belibis Batu

Nama umum: Belibis Batu

Nama ilmiah: Dendrocygna javanica

Famili: Anatidae

Asal habitat: Spesies ini tersebar luas di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Mereka dapat ditemukan mulai dari India dan Sri Lanka, mengarah ke timur hingga Tiongkok bagian selatan, serta ke seluruh wilayah Kepulauan Indonesia.

Ukuran: 38–42 cm

Harapan hidup: 10 hingga 15 tahun


Ciri-Ciri dan Morfologi

Belibis Batu memiliki penampilan khas yang memadukan karakteristik bebek dan angsa, namun dengan kaki yang lebih panjang. Tubuhnya didominasi oleh warna cokelat kemerahan (buff) dengan bagian mahkota kepala yang berwarna lebih gelap. Salah satu ciri utamanya adalah paruh panjang berwarna abu-abu kehitaman serta garis kuning cerah yang melingkari matanya (eye-ring). Saat terbang, sayapnya yang lebar dan tumpul akan memperlihatkan warna cokelat kastanye pada bagian penutup sayap atas, menciptakan kontras yang indah dengan gerakan sayap yang anggun namun bertenaga.


Habitat dan Perilaku

Burung ini menghuni berbagai jenis lahan basah tawar, seperti danau yang dangkal, rawa-rawa, kolam, hingga sawah yang tergenang air. Sesuai dengan nama Inggrisnya, Whistling Duck, spesies ini sangat vokal dan dikenal karena suara siulannya yang jernih dan melengking, terutama saat sedang terbang atau merasa terancam. Meskipun mereka aktif di siang hari, Belibis Batu sering kali menunjukkan perilaku krepuskular (aktif saat fajar dan senja) atau bahkan nokturnal di area yang banyak terganggu manusia. Mereka adalah hewan sosial yang biasanya hidup dalam kelompok kecil, namun dapat berkumpul dalam kawanan besar yang mencapai ratusan ekor di lokasi sumber makanan yang melimpah.


Pola Makan

Belibis Batu adalah herbivora yang utamanya mengonsumsi vegetasi air. Mereka mencari makan dengan cara menyaring makanan dari permukaan air atau menyelamkan kepala (dabbling) untuk menjangkau bagian tanaman di dasar yang dangkal. Pola makannya terdiri dari biji-bijian, pucuk tanaman air, dan terkadang butiran padi di area persawahan. Meskipun mayoritas makanannya adalah tumbuhan, mereka sesekali mengonsumsi protein hewani dalam jumlah kecil, seperti siput air, serangga, atau krustasea kecil yang terbawa saat mereka menyisir tanaman air.


Fakta Menarik

  • Siulan Melengking: Berbeda dengan bebek pada umumnya yang mengeluarkan suara “kwek”, burung ini berkomunikasi melalui siulan bernada tinggi yang terdengar seperti “si-si-si”.

  • Penerbang yang Tangkas: Mereka dikenal sebagai penerbang yang lincah dengan kepakan sayap yang menghasilkan suara desis yang khas.

  • Gaya Bertengger: Tidak seperti banyak spesies bebek lainnya, Belibis Batu memiliki kebiasaan unik untuk bertengger di dahan pohon yang rendah di sekitar perairan, itulah sebabnya mereka kadang disebut sebagai “Tree Duck”.

Berlangganan Layanan Email Kami

Dapatkan informasi mengenai Promo dan Kegiatan di Jagat Satwa Nusantara