Biawak Banggai (Varanus melinus) adalah biawak yang termasuk ke dalam kelompok biawak mangrove (Euprepiosaurus). Investigasi oleh Weijola & Sweet (2010) membuktikan bahwa biawak banggai hanya ditemukan pada Pulau Mangole dan Pulau Taliabu. Biawak banggai memiliki ukuran sedang, dengan total panjang maksimum mencapai 128 cm. Ciri khasnya adalah warna kuning saat dewasa, dengan pola retikulasi gelap yang terlihat pada tubuh, leher, tungkai, dan pangkal ekor. Status biawak banggai menurut IUCN adalah Endangered (Terancam), hal ini diakibatkan oleh hilangnya habitat dan perburuan ilegal oleh manusia. Untuk melestarikan spesies biawak banggai, konservasi biawak banggai dilakukan oleh banyak lembaga salah satunya adalah Jagat Satwa Nusantara TMII. Namun, data yang diperlukan untuk konservasi biawak banggai masih sedikit sehingga penelitian perilaku harian biawak banggai perlu dilakukan untuk berkontribusi terhadap aspek konservasi biawak banggai termasuk perlindungan, pengawetan dan pemanfaatannya
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pola aktivitas harian dari biawak banggai. Data yang didapatkan dari penelitian ini dapat digunakan untuk melengkapi data dari penelitian sebelumnya sehingga tindakan tepat dapat dilaksanakan untuk meningkatkan kesejahteraan biawak banggai pada Museum Komodo Jagat Satwa Nusantara-TMII
.Laporan Magang TMII_Vira Adistya Rachmaniar.docx (1)-1-10 (1)