Highlight Satwa

Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) Javan Hawk Eagle

Elang Jawa adalah salah satu spesies elang berukuran sedang dari keluarga Accipitridae dan genus Nisaetus yang endemik di Pulau Jawa. Satwa ini dianggap identik dengan lambang negara Republik Indonesia, yaitu Garuda. Elang Jawa memiliki jambul yang tinggi menonjol (2-4 bulu, panjang hingga 12 cm) dan tengkuk yang coklat kekuningan (kadang tampak keemasan bila terkena sinar matahari). Elang Jawa termasuk hewan yang mudah tinggal di mana saja selama bersuhu hangat. Mereka bisa tinggal di hutan tanaman, hutan semi-gugur, hutan primer, dan hutan sekunder. Elang Jawa umum di temukan di ketinggian 500-1.000 meter di atas permukaan laut.

Sedangkan untuk keunikan dari Elang Jawa sendiri adalah sebagai berikut:

  • Menjadi Lambang Negara, Yaitu Garuda.
  • Hewan Yang Sangat Setia.
  • Hewan Yang Terancam Punah.
  • Hanya Terdapat Pada Pulau Jawa.
  • Pandai Dalam Berburu.

Di Taman Burung TMII sendiri Elang Jawa sudah ada sejak tahun 1975 dan memasuki program perkembang biakan di tahun 2016. Berhasil berkembang biak di tahun 2020, 2021 dan 2022, dimana salah satu keunikan dalam proses perkembang biakan Elang Jawa di TMII adalah anakan yang lahir berasal dari mesin inkubator dan berbeda dengan perilaku Elang Jawa di alam, dimana mereka dalam setahun berkembang biak sebanyak 2 kali sedangkan di TMII, Elang jawa dalam setahun bisa berkembang biak sebanyak 4 kali

 

Merak Hijau (Pavo muticus) Green Peafowl

“Merak Hijau (Pavo muticus) adalah salah satu burung dari dua spesies merak. Seperti burung-burung lainnya yang ditemukan di suku Phasianidae, merak hijau mempunyai bulu yang indah. Bulu-bulunya berwarna hijau keemasan. Burung jantan dewasa berukuran sangat besar, panjangnya dapat mencapai 300 cm, dengan penutup ekor yang sangat panjang.

Berikut adalah beberapa keunikan dari Merak Hijau:

  • Di Indonesia hanya ada di Pulau Jawa
  • ¬†Omnivora Terbesar di Dunia
  • Memiliki Kombinasi Bulu Yang Indah
  • Si Suara Lantang Yang Panjang Umur

Merak hijau di Taman Burung TMII sudah ada sejak tahun 1975 dan hingga saat ini Merak hijau di Taman Mini sudah memasuki keturunan ke-empat. Dan tahun 2019 yang lalu Taman Burung TMII, berhasil melepaskan 6 ekor merak hijau dari keturunan ke 3 dan 4 di area Taman Nasional Ujung Kulon (In Situ)”

 

Undan Kacamata (Pelecanus conspicillatus) Australian Pelican

Burung Undan Kacamata (Pelecanus conspicillatus) adalah burung laut yang berasal dari Australia dan Indonesia.

Berikut adalah beberapa keunikan dari burung Undan Kacamata:

  • Burung Undan Kacamata memiliki paruh yang sangat besar dan lebar.
  • Burung Undan Kacamata dapat menampung air di dalam paruhnya untuk kemudian disaring dan dimakan.
  • Burung Undan Kacamata dapat terbang dengan kecepatan hingga 56 km/jam.
  • Burung Undan Kacamata dapat menyelam hingga kedalaman 20 meter untuk mencari makanan.
  • Burung Undan Kacamata memiliki bulu yang berwarna putih dan hitam.

Untuk undan kacamata di TMII, salah satu fakta menarik adalah kelahiran anakan Undan kacamata yang di beri nama Solehatin di tahun 2019, dimana ketika soleh berumur 3 hari, sarangnya di kerubutin oleh semut rang-rang dan kemungkinan hidup anakan ini diperkirakan hanya 5%. Namun alhamdulillah dengan kegigihan animal keeper di Taman Burung di TMII, Solehatin berhasil selamat dan hidup hingga saat ini dan menjadi kebanggaan dari Taman Burung TMII sebagai symbol kegigihan dalam bertahan hidup.

 

LIHAT SEMUA SATWA

Berlangganan Layanan Email Kami

Dapatkan informasi mengenai Promo dan Kegiatan di Jagat Satwa Nusantara