“Awalnya saya ragu untuk tetap datang karena tidak ada satu pun teman yang saya kenal. Namun, keberanian untuk mencoba justru membawa saya pada pengalaman yang tidak terlupakan. Selama dua minggu di Farm House, saya belajar merawat satwa, mengenal dunia konservasi, bertemu orang-orang baru, dan memahami bahwa setiap proses yang dilakukan dengan sepenuh hati memiliki arti.”
Awalnya, saya mendaftar sebagai zoo volunteer di Jagat Satwa ini bersama ketiga teman saya. Kita berencana mengisi waktu liburan sebelum masuk kuliah dengan mengikuti zoo volunteer, tetapi ternyata yang diterima hanya saya sendiri. Saya awalnya tidak yakin mau tetap ikut zoo volunteer ini karena tidak ada teman yang aku kenal sama sekali, tetapi saya akhirnya memberanikan diri untuk tetap ikut zoo volunteer ini.
Pada hari pertama, saya masih merasa bosan karena belum banyak aktivitas yang dapat dilakukan. Kita hanya diajak berkeliling dan diperkenalkan dengan lingkungan serta saling berkenalan dengan teman-teman zoo volunteer dan zookeeper. Di farmhouse ada Bang Yandra, Mas Bambang, dan Bang Fellas. Saya sangat grateful karena para zookeeper sangat welcome dan informatif. Ketika saya menanyakan sesuatu, pasti jawabannya panjang dan full daging.
Hari kedua dan seterusnya terasa lebih seru karena saya sudah bisa menikmati dan melakukan banyak aktivitas. Hal yang paling saya ingat pada jam sore, yang artinya adalah waktu kita untuk memberi makan para satwa, adalah bahwa saya suka sekali dan sangat menantikan momen untuk memberi makan sore para satwa, apalagi kalau saya sedang mendapat bagian untuk memberi makan binturong, marmut, atau makau. Lalu, kegiatan kedua yang paling aku suka adalah memotong wortel karena satisfying sekali ketika memotong wortel berbentuk panjang-panjang untuk dikemas sebagai pakan para satwa farm house yang nantinya dijual di toko ceria. Kegiatan terakhir yang saya sukai yaitu ngarit, walaupun hanya melihat dan membantu memindahkan rumput yang sudah dipotong ke atas viar, tapi seru melihat cara para keeper ngarit.
Hari terakhir rasanya sangat mixed feelings, senang karena akhirnya bisa istirahat di rumah, tapi sedih karena akan berpisah dengan para satwa farm house yang hampir tiap hari bertemu selama dua minggu terakhir. Saat pagi masih terasa seperti hari-hari sebelumnya, tetapi menjelang siang baru terasa bahwa hari itu adalah hari terakhir aku sebagai volunteer di farm house.
Banyak sekali pelajaran yang saya dapatkan selama dua minggu menjadi zoovolunteer. Saya dapat memahami bagaimana cara mengurus tiap satwa dengan benar sesuai kebutuhannya, mulai dari screening, feeding, monitoring, pemberian vitamin, hingga mempelajari jenis makanan yang dimakan para satwa beserta takaran yang sesuai. Saya juga dapat belajar dari para keeper di farm house, yaitu Bang Yandra, Mas Bambang, Bang Fellas, karena dari point of view saya, mereka mengurus para satwa dengan sepenuh hati, bukan hanya karena itu tugas mereka.
Selama saya mengikuti zoovolunteer ini, kesan yang saya dapatkan secara keseluruhan adalah bahwa pengalaman ini tidak hanya menambah pengetahuan saya tentang dunia konservasi dan perawatan satwa, tetapi juga mengajarkan saya untuk bertanggung jawab serta menghargai setiap proses dan pengalaman baru. Saya sangat bersyukur pernah menjadi bagian dari Zoo Volunteer Jagat Satwa dan berharap suatu saat dapat kembali mengikuti kegiatan serupa. Nilai plus yang saya dapatkan dari kegiatan ini adalah saya dapat berkenalan dengan teman-teman zoo volunteer lainnya dan kakak yang sedang internship.
Pengalaman ini juga menjadi salah satu pengalaman yang saya bawa sebelum memulai kehidupan perkuliahan. Saya berharap keberanian untuk mencoba hal baru, kemampuan beradaptasi, serta rasa tanggung jawab yang saya dapatkan selama menjadi zoovolunteer dapat saya terapkan dalam kehidupan perkuliahan nantinya.