#CERITAMAGANG Shendy : Dua Minggu Mengenal Dunia Konservasi

“Berawal dari liburan kenaikan kelas, saya justru menemukan pengalaman yang semakin mendekatkan saya pada cita-cita. Di Jagat Satwa Nusantara, saya belajar bahwa setiap satwa memiliki cerita, dan setiap cerita dapat menjadi cara untuk menumbuhkan kepedulian terhadap konservasi.”

Pengalaman magang di Jagat Satwa Nusantara memberikan pengalaman yang sangat berkesan untuk saya. Waktu itu adalah liburan kenaikan menuju kelas 12 ketika saya mendapat kesempatan berpartisipasi dalam program magang akademis Jagat Satwa Nusantara. Melalui keikutsertaan saya dalam Departemen Konservasi, Edukasi, Riset, dan PR, saya belajar bagaimana cara menyampaikan cerita tentang keanekaragaman hayati di Indonesia dan dunia, pemahaman habitat asli makhluk hidup, wawasan mengenai makhluk hidup, dan pesan konservasi kepada semua pengunjung dari berbagai kalangan usia. Tugas utama saya selama magang adalah mengerjakan Daily Activity yang diberikan langsung oleh mentor saya. Di luar ini, kadangkala saya juga membantu mentor saya untuk menyelesaikan pekerjaan lain di balik layar seperti, mengecek data-data signage di Dunia Air Tawar., 

Daily Activity yang saya kerjakan adalah tugas yang sangat asik dan menyenangkan. Meliputi observasi perilaku hewan, Membuat narasi cerita tentang satwa, dan menilai berbagai media edukasi yang ada di wahana-wahana Jagat Satwa Nusantara yakni, Museum Serangga, Dunia Air Tawar, Museum Komodo, Taman Burung, dan Farmhouse. Kegiatan observasi perilaku hewan membawa banyak pengalaman baru untuk saya karena ini adalah pertama kalinya saya mengamati perilaku berbagai hewan dalam durasi yang ditentukan. Melalui kegiatan ini, saya banyak sekali belajar bagaimana hewan-hewan berperilaku di setiap harinya. Salah satu yang paling berkesan adalah ketika saya mengamati Belut Listrik di Dunia Air Tawar, saya melakukan pengamatan saat jam awal buka Dunia Air Tawar yang mana kondisinya waktu itu sunyi dan sepi belum ada pengunjung datang. Hasil observasi yang saya lakukan memberikan hasil bahwa Belut Listrik menunjukkan perilaku yang aktif berenang mengelilingi aquarium di dasar, tengah, maupun atas aquarium, namun saat sudah banyak pengunjung yang berdatangan, Belut Listrik cenderung menjadi diam dan minim pergerakan. Selain memperhatikan satwa-satwa, saya juga banyak berinteraksi dengan pengunjung selama saya melakukan pengamatan. Banyak pengunjung yang memberikan pertanyaan yang sebelumnya tidak pernah saya terima, entah itu menanyakan satwa yang sedang saya amati, menanyakan letak toilet dan arah keluar, sampai menanyakan rute-rute di dalam wahana terkait. Saya yang sedang magang dan baru sedikit mengetahui denah-denah wahana dan wawasan mengenai satwa-satwa yang ada pun awalnya bingung. Tapi lama kelamaan, untuk mengantisipasi, saya berkeliling dan mempelajari denah di semua wahana Jagat Satwa Nusantara, dan mengenai satwa-satwanya, saya mempelajari tentang mereka secara bertahap sambil mengerjakan Daily Activity.

Dengan mengikuti magang di Jagat Satwa Nusantara selama 2 minggu, saya mendapat banyak sekali wawasan mengenai konservasi satwa dan serba-serbi keanekaragaman hayati yang belum pernah saya ketahui. Selain itu, saya juga mendapat pengalaman berharga merasakan langsung dunia perkantoran dan bekerja dalam tim bersama mentor dan rekan lainnya. Dengan menyelesaikan magang saya di Jagat Satwa Nusantara, saya memperoleh wawasan dan relasi baru yang memperkuat keinginan saya untuk menggapai cita-cita untuk bekerja di bidang konservasi. Untuk menutup perjalanan ini, saya berterima kasih atas kesempatan, ilmu, dan bimbingan yang sangat berarti. Salam Konservasi! 🙂

Berlangganan Layanan Email Kami

Dapatkan informasi mengenai Promo dan Kegiatan di Jagat Satwa Nusantara