Nama umum: Kura Semangka
Nama ilmiah: Batagur borneoensis
Famili: Geoemydidae
Asal habitat: Tersebar di wilayah Asia Tenggara, meliputi Thailand selatan, Semenanjung Malaya, Sumatra, dan Kalimantan (Indonesia). Mereka menghuni wilayah muara sungai (estuari), hutan bakau (mangrove), dan area rawa yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut.
Ukuran: 40–60 cm (Betina tumbuh jauh lebih besar daripada jantan)
Harapan hidup: 40 hingga 60 tahun
Ciri-Ciri dan Morfologi
Kura semangka merupakan salah satu kura-kura air tawar dan payau dengan penampilan paling eksotis. Spesies ini terkenal karena memiliki kemampuan perubahan warna musiman (seasonal dichromatism) yang sangat ekstrem pada pejantan dewasa. Di luar musim kawin, baik jantan maupun betina memiliki warna karapas cokelat kusam atau abu-abu dengan kepala cokelat kehitaman. Namun, saat musim kawin tiba, warna karapas pejantan akan berubah menjadi putih keperakan atau abu-abu terang dengan tiga garis hitam tebal yang tegas, sementara kepalanya berubah menjadi putih salju dengan garis merah darah yang sangat mencolok di antara kedua matanya.
Habitat dan Perilaku
Spesies ini menghabiskan sebagian besar hidupnya di perairan payau seperti hutan mangrove dan muara sungai yang dekat dengan laut. Mereka adalah perenang yang sangat tangguh dengan kaki-kaki lebar berselaput penuh. Kemampuan osmoregulasi mereka luar biasa karena mampu menoleransi salinitas tinggi. Perilaku bertelur Tuntong Laut sangat mirip dengan penyu laut; ketika musim bertelur tiba (biasanya berkorelasi dengan siklus bulan), betina dewasa akan bermigrasi keluar dari muara menuju pantai laut lepas yang berpasir untuk menggali sarang dan meletakkan telur-telurnya di malam hari.
Pola Makan
Meskipun kura-kura muda memakan serangga air atau krustasea kecil, Tuntong Laut dewasa hampir sepenuhnya merupakan hewan herbivora. Makanan utama mereka di alam liar terdiri dari buah-buahan dari pohon mangrove (seperti buah nipah dan bakau), dedaunan yang jatuh ke air, serta berbagai jenis alga hijau. Mulut mereka dilengkapi dengan paruh yang kuat dan tepian rahang yang bergerigi halus, yang sangat efektif untuk memotong serat daun bakau yang keras atau mengupas kulit buah-buahan mangrove yang tebal.
Fakta Menarik
-
Kura-kura Kosmetik: Julukan “Painted Terrapin” disematkan karena perubahan warna jantan saat musim kawin terlihat begitu kontras dan indah, seolah-olah kepala mereka sengaja dilukis dengan cat putih dan merah.
-
Terancam Punah Ekstrem: Spesies ini masuk dalam kategori Critically Endangered (Sangat Terancam Punah) oleh IUCN dan termasuk dalam daftar salah satu kura-kura paling langka di dunia. Populasi mereka merosot tajam akibat kerusakan hutan bakau, perburuan telur untuk konsumsi, dan jerat nelayan.
-
Pahlawan Konservasi Lokal: Di beberapa wilayah Sumatra (seperti Aceh dan Sumatra Utara) serta Kalimantan, terdapat pusat konservasi khusus yang bekerja sama dengan masyarakat lokal untuk mengamankan telur Tuntong di pantai dari predator, menetaskannya di inkubator, lalu melepasliarkan tukik kembali ke hutan mangrove (headstarting).