Biawak Buaya

Nama umum: Biawak Buaya

Nama ilmiah: Varanus salvadorii

Famili: Varanidae

Asal habitat: Spesies endemik pulau Papua (Indonesia dan Papua Nugini). Mereka menghuni hutan hujan tropis dataran rendah hingga hutan pegunungan bawah, terutama di area yang memiliki kanopi pohon yang rapat.

Ukuran: 2,4–3 meter (ekornya dapat mencapai 2/3 dari total panjang tubuhnya)

Harapan hidup: 12 hingga 20 tahun


Ciri-Ciri dan Morfologi

Biawak Papua sering dianggap sebagai saingan Komodo dalam hal panjang tubuh, namun dengan proporsi yang jauh lebih ramping dan lincah. Tubuhnya berwarna hitam dengan pola bintik-bintik kuning yang tersusun rapi. Ciri fisiknya yang paling luar biasa adalah ekornya yang sangat panjang—proporsionalnya adalah ekor terpanjang dari semua spesies kadal yang ada. Moncongnya berbentuk tumpul dan membulat, mirip dengan hidung anjing atau buaya (sehingga dinamakan Crocodile Monitor). Mereka memiliki gigi yang unik di dunia biawak; gigi mereka panjang, lurus, dan sangat tajam seperti pisau bedah, yang dirancang khusus untuk mencengkeram mangsa yang licin atau berbulu di ketinggian pohon.


Habitat dan Perilaku

Spesies ini adalah predator arboreal (penghuni pohon) terbesar di dunia. Meskipun berukuran raksasa, mereka adalah pemanjat yang sangat tangkas berkat cakar yang melengkung tajam dan ekor yang berfungsi sebagai penyeimbang sekaligus alat penggenggam (prehensil). Biawak Papua dikenal sangat tertutup, pemalu, dan sulit ditemukan di alam liar karena mereka lebih suka bersembunyi di tajuk pohon yang tinggi. Namun, jika merasa terdesak, mereka bisa menjadi sangat agresif dan menggunakan ekornya sebagai cambuk yang sangat kuat untuk pertahanan diri.


Pola Makan

Sebagai predator puncak di kanopi hutan Papua, dietnya sangat luas namun didominasi oleh protein hewani. Mereka memangsa burung (termasuk telur dan anaknya), mamalia kecil seperti posum atau tikus pohon, serta kadal lainnya. Gigi mereka yang sangat tajam memungkinkan mereka untuk membunuh mangsa dengan cepat sebelum menelannya. Di beberapa daerah, mereka juga dilaporkan mampu memangsa hewan yang lebih besar seperti rusa kecil atau babi hutan muda yang mereka sergap saat turun ke lantai hutan.


Fakta Menarik

  • Ekor Spektakuler: Ekornya bisa tumbuh hingga dua kali panjang tubuhnya, berfungsi sebagai alat bantu navigasi yang sangat presisi saat mereka melompat di antara dahan pohon.

  • Gigi Unik: Tidak seperti kebanyakan biawak yang giginya melengkung ke belakang, gigi Varanus salvadorii tumbuh tegak lurus, menjadikannya spesialis dalam mencengkeram mangsa di udara.

  • Misteri Hutan: Karena sifatnya yang sangat pemalu dan habitatnya yang sulit dijangkau, spesies ini termasuk salah satu biawak raksasa yang paling sedikit dipelajari di alam liar dibandingkan dengan Komodo.

Berlangganan Layanan Email Kami

Dapatkan informasi mengenai Promo dan Kegiatan di Jagat Satwa Nusantara