Katak Pesek Hijau

Nama umum: Katak Pesek Hijau

Nama ilmiah: Ranoidea caerulea 

Famili: Pelodryadidae

Asal habitat: Asli dari wilayah utara dan timur Australia, serta wilayah selatan Papua (Indonesia dan Papua Nugini). Mereka mendiami berbagai macam habitat mulai dari hutan hujan tropis yang lembap, hutan kanopi, rawa-rawa, hingga area semi-kering (sabana). Spesies ini juga sangat adaptif dan sering ditemukan di sekitar pemukiman manusia, seperti di kamar mandi atau saluran irigasi.

Ukuran: 7–11 cm (Betina tumbuh lebih besar daripada jantan)

Harapan hidup: 15 hingga 20 tahun


Ciri-Ciri dan Morfologi

Katak ini memiliki penampilan yang sangat menggemaskan dan “gemuk”, yang membuatnya dijuluki Dumpy Tree Frog. Kulit tubuhnya halus dan tebal, umumnya berwarna hijau daun cerah hingga hijau zaitun, namun mereka dapat mengubah warnanya menjadi cokelat tua untuk kamuflase tergantung suhu dan lingkungan. Ciri khas utamanya adalah adanya lipatan kulit tebal di atas matanya yang memberikan kesan wajah mengantuk atau tersenyum. Perut mereka berwarna putih krem. Ujung jari kaki mereka dilengkapi dengan bantalan isap (suction pads) yang besar dan sangat lengket, memungkinkan mereka memanjat permukaan vertikal yang halus seperti kaca dengan sangat mudah.


Habitat dan Perilaku

Ranoidea caerulea adalah katak arboreal (hidup di pohon) yang menghabiskan sebagian besar waktunya di atas tajuk daun atau celah batang pohon yang lembap. Mereka bersifat nokturnal dan sangat tenang. Salah satu adaptasi luar biasa mereka terhadap lingkungan kering adalah kemampuan kulitnya untuk mengeluarkan lapisan lilin tipis guna mencegah penguapan cairan tubuh secara berlebihan. Secara perilaku, mereka adalah amfibi yang sangat ramah terhadap manusia, tidak mudah stres, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Pada musim berbiak, jantan akan mengeluarkan suara panggilan yang berat dan serak (barking call) dari dalam lubang pohon untuk menarik perhatian betina.


Pola Makan

Sebagai predator oportunistik yang rakus, katak ini akan memakan apa saja yang muat ke dalam mulutnya. Diet utama mereka di alam liar terdiri dari berbagai jenis serangga besar seperti jangkrik, kecoak hutan, belalang, dan ulat. Namun, karena ukurannya yang besar, mereka juga diketahui sesekali memangsa vertebrata kecil seperti laba-laba raksasa, kadal kecil, bahkan mamalia kecil seperti anak tikus. Mereka berburu dengan cara menunggu mangsa mendekat, lalu menerjangnya dengan cepat dan menggunakan tangan depan mereka untuk membantu mendorong makanan masuk ke dalam mulut.


Fakta Menarik

  • Kandungan Obat pada Kulit: Kulit katak ini memproduksi senyawa peptida khusus yang disebut caerulein. Senyawa ini telah dipelajari secara luas dalam dunia medis karena memiliki sifat antivirus, antibakteri, dan dapat membantu menurunkan tekanan darah pada manusia.

  • Katak Jinak: Di dunia hobi hewan eksotis, katak ini dianggap sebagai “anjing”-nya dunia amfibi karena sifatnya yang sangat tenang, mudah dijinakkan, dan tidak melompat panik saat berinteraksi dengan perawatnya (keeper).

  • Kemampuan Menghemat Air: Berbeda dengan amfibi lain yang harus selalu berada di dekat air, katak pesek dapat bertahan di lingkungan yang relatif kering dengan cara bersembunyi di tempat sejuk dan meminimalkan pergerakan sepanjang siang hari.

Berlangganan Layanan Email Kami

Dapatkan informasi mengenai Promo dan Kegiatan di Jagat Satwa Nusantara