Anggrek Tanah

Identitas

Goodyera rubicunda (Blume) Lindl. merupakan anggrek terrestrial dari famili Orchidaceae yang tumbuh di lantai hutan lembap dan teduh. Spesies ini tersebar luas dari Himalaya hingga Asia Tenggara, termasuk Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Di beberapa tempat, tanaman ini dikenal sebagai giant jewel orchid.

Arsitektur Morfologi dan Adaptasi

Tumbuh sekitar 30–60 cm dengan rimpang yang kuat dan batang tegak. Daunnya berwarna hijau, berbentuk lonjong hingga oval, dengan tiga tulang daun yang terlihat jelas. Habitatnya yang lembap dan teduh menunjukkan adaptasinya sebagai anggrek lantai hutan, tempat cahaya matahari tidak langsung dan kelembapan relatif tinggi.

Karakter Bunga, Buah, dan Etnobotani

Bunganya berukuran kecil, berwarna cokelat kemerahan dengan bagian putih kekuningan, dan tersusun rapat pada tangkai bunga. Tidak ada bukti kuat bahwa bunganya bersifat nokturnal atau buahnya merupakan superfood. Di Sumatra Utara, Goodyera rubicunda dikenal dengan nama lokal gadong harangan dan tercatat dalam pengetahuan tradisional masyarakat Batak Simalungun, dengan bagian bawah tanah/umbi dimanfaatkan secara tradisional.

Peran Ekologis dan Pemanfaatan Konservasi

Sebagai anggrek lantai hutan, Goodyera rubicunda menjadi bagian dari keanekaragaman tumbuhan di ekosistem hutan lembap. Konservasinya penting melalui perlindungan habitat hutan, kelembapan lantai hutan, dan populasi alami, sekaligus mendorong perbanyakan tanaman secara bertanggung jawab agar tidak bergantung pada pengambilan dari alam. Kew saat ini mencatat spesies ini sebagai tidak terancam berdasarkan prediksi risiko kepunahan, namun perlindungan habitat tetap penting.

Tahukah Kamu?

Nama rubicunda berarti “kemerahan”, merujuk pada warna kemerahan yang menjadi salah satu ciri khas tanaman ini. Spesimen tipe spesies ini juga berasal dari Gunung Salak dan Gunung Gede, Jawa Barat—menjadikannya bagian menarik dari sejarah botani Indonesia.

Berlangganan Layanan Email Kami

Dapatkan informasi mengenai Promo dan Kegiatan di Jagat Satwa Nusantara