Pakis Kaki Kelinci

Identitas

Davallia fejeensis adalah tumbuhan paku tropis yang dikenal dengan nama Rabbit’s Foot Fern atau Pakis Kaki Kelinci. Nama tersebut berasal dari rimpangnya yang menjalar di permukaan dan diselimuti sisik halus berwarna kecokelatan, sehingga tampak seperti kaki kelinci. Spesies ini berasal dari Fiji, Kepulauan Caroline, dan Kepulauan Tubuai, serta tumbuh terutama di lingkungan tropis yang lembap. Kew mencatatnya sebagai tumbuhan epifit, yaitu tumbuhan yang dapat hidup menempel pada tumbuhan lain tanpa menjadi parasit.

Arsitektur Morfologi dan Adaptasi

Bagian paling unik dari D. fejeensis adalah rimpangnya. Rimpang ini tumbuh mendatar, bercabang, dan dipenuhi sisik seperti rambut. Rimpang dapat merambat di permukaan media bahkan menjulur keluar dari pot. Di habitat alaminya, sifat menjalar ini membantu tanaman tumbuh sebagai epifit pada batang atau celah pohon.

Daunnya disebut frond, berbentuk kurang lebih segitiga dan terbagi menjadi banyak anak daun yang halus. Frond dapat mencapai sekitar 45–60 cm pada tanaman yang sudah berkembang, memberikan tampilan ringan dan berenda.

Rimpang yang terlihat “berbulu” bukan sekadar hiasan. Sisik pada rimpang membantu menangkap dan mempertahankan kelembapan, sesuai dengan kehidupan spesies ini di lingkungan tropis lembap.

Karakter Reproduksi, Pemanfaatan, dan Etnobotani

Seperti tumbuhan paku lainnya, D. fejeensis tidak menghasilkan bunga dan buah. Perkembangbiakan seksualnya berlangsung melalui spora yang terbentuk dalam sorus, yang terdapat di bagian tepi hingga dekat tepi segmen daun.

Selain melalui spora, tanaman ini dapat diperbanyak secara vegetatif melalui pembagian rimpang. Rimpang yang memiliki titik tumbuh dapat menghasilkan frond baru sehingga satu tanaman dapat berkembang menjadi beberapa individu.

Keindahan frond yang halus dan rimpang berbulu membuatnya populer sebagai tanaman hias, terutama untuk pot gantung dan koleksi tanaman indoor. Rimpangnya yang dibiarkan terlihat justru menjadi salah satu daya tarik utama tanaman ini.

Peran Ekologis dan Pemanfaatan Konservasi

Di habitat alaminya, D. fejeensis tumbuh sebagai epifit di lingkungan tropis lembap. Sebagai tumbuhan epifit, tanaman ini memanfaatkan ruang pada batang atau celah pohon untuk tumbuh, sementara kebutuhan air dan unsur hara diperoleh dari kelembapan, air hujan, serta bahan organik yang terkumpul di sekitarnya—bukan dengan mengambil makanan dari pohon inangnya.

Dalam konservasi ex-situ dan pendidikan, spesies ini menarik untuk diperkenalkan karena memperlihatkan adaptasi tumbuhan epifit, struktur rimpang, serta cara reproduksi tumbuhan paku secara langsung. Pemeliharaan dalam koleksi juga dapat menjadi sarana mengenalkan keragaman tumbuhan paku tropis kepada pengunjung.

Sebagai tanaman tropis, D. fejeensis membutuhkan kelembapan tinggi dan cahaya terang tidak langsung untuk tumbuh baik dalam budidaya.

Tahukah Kamu?

Kenapa disebut Rabbit’s Foot Fern?

Bukan karena daunnya—tetapi karena rimpangnya!

Rimpang berbulu yang menjalar di permukaan media terlihat seperti kaki kelinci kecil yang sedang merayap. Jika ditanam dalam pot gantung, rimpang tersebut bahkan dapat menjulur melewati tepi pot.

Berlangganan Layanan Email Kami

Dapatkan informasi mengenai Promo dan Kegiatan di Jagat Satwa Nusantara