“Ternyata, untuk mendapatkan pengalaman, kita tidak perlu menunggu sampai siap. Terkadang, kita hanya perlu cukup berani untuk mengambil langkah pertama.”
Nama saya Alifah Sena Nabila, mahasiswa Program Studi Manajemen Transportasi Udara di Institut Transportasi dan Logistik Trisakti. Saat artikel ini ditulis, saya baru saja menyelesaikan semester 2 dan sedang mempersiapkan diri untuk memasuki semester 3.
Bagi sebagian mahasiswa, masa libur semester mungkin menjadi waktu untuk beristirahat setelah menjalani berbagai kegiatan perkuliahan. Namun, saya ingin memanfaatkan waktu tersebut dengan mencoba sesuatu yang baru dan mendapatkan pengalaman di luar lingkungan kampus. Dari keinginan tersebut, saya mulai mempertimbangkan untuk mengikuti program magang.
Awalnya, keputusan ini tidak mudah. Saya sempat merasa ragu karena masih berada di semester 2 dan belum memiliki banyak pengalaman. Saya beberapa kali maju mundur dan bertanya pada diri sendiri, “Apakah saya sudah siap untuk magang?” atau “Apakah mahasiswa yang baru menyelesaikan semester 2 memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengalaman kerja?”
Namun, setelah memikirkannya kembali, saya menyadari bahwa menunggu sampai merasa benar-benar siap mungkin justru membuat saya tidak pernah memulai. Saya percaya bahwa pengalaman adalah sesuatu yang bisa diperoleh dengan mencoba. Akhirnya, saya memberanikan diri untuk mengajukan magang.
Mengisi Waktu Luang dengan Pengalaman Baru
Keputusan untuk mengikuti magang menjadi salah satu pengalaman yang berharga bagi saya. Selain dapat memanfaatkan waktu luang selama libur kuliah dengan kegiatan yang lebih produktif, saya juga mendapatkan kesempatan untuk melihat dan merasakan secara langsung bagaimana lingkungan kerja.
Selama menjalani magang, saya terlibat dalam bidang Procurement dan Administrasi Pergudangan. Meskipun bidang tersebut tidak secara langsung sama dengan program studi yang saya tempuh, yaitu Manajemen Transportasi Udara, pengalaman ini justru memberikan wawasan baru bagi saya mengenai proses administrasi, pengadaan, pencatatan transaksi, dan pengelolaan dokumen dalam sebuah perusahaan.
Dari pengalaman tersebut, saya mulai memahami bahwa dunia transportasi dan logistik memiliki hubungan yang luas dengan berbagai bidang pekerjaan. Salah satunya adalah procurement atau pengadaan, yang memiliki peran penting dalam memastikan kebutuhan barang dan operasional perusahaan dapat dipenuhi dengan baik.
Belajar Mengenal Proses Procurement
Selama menjalani magang, saya terlibat dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan administrasi dan procurement. Salah satu tugas yang saya lakukan adalah membantu memasukkan dan mengolah data pengeluaran perusahaan menggunakan Microsoft Excel.
Saya juga membantu dalam penyusunan Cash Advance (CA) untuk kebutuhan operasional. Selain itu, saya melakukan pencatatan data pembelian, termasuk jumlah barang yang dibeli serta harga barang berdasarkan satuan pembeliannya, seperti per unit, kilogram, maupun liter.
Dalam proses administrasi procurement, saya juga belajar untuk mengelompokkan data pengeluaran berdasarkan masing-masing vendor. Setiap transaksi perlu dicatat dan disusun dengan baik agar informasi dapat ditemukan kembali dengan lebih mudah saat dibutuhkan.
Selain itu, saya turut membantu mengelola berbagai dokumen transaksi, seperti bukti pembayaran (receipt), kuitansi, dan faktur (invoice). Dokumen-dokumen tersebut kemudian diurutkan berdasarkan periode pengeluaran dan tanggal transaksi.
Saya juga membantu dalam proses pengarsipan dengan menyusun dan menyimpan dokumen transaksi, kuitansi, serta faktur secara sistematis. Dokumen disimpan berdasarkan data pengeluaran bank, bulan, dan tanggal transaksi agar lebih tertata dan mudah ditemukan kembali.
Dari berbagai tugas tersebut, saya belajar bahwa pekerjaan administrasi membutuhkan ketelitian, kerapian, dan konsistensi. Kesalahan kecil dalam memasukkan data atau menyimpan dokumen dapat memengaruhi proses pencarian informasi. Oleh karena itu, saya mulai memahami pentingnya sistem administrasi yang terorganisasi dalam mendukung kelancaran operasional perusahaan.
Mendapatkan Pengalaman di Luar Bidang Utama
Selain menjalankan tugas di bidang procurement dan administrasi, saya juga mendapatkan kesempatan untuk membantu Divisi Sales dalam mendampingi wisatawan asal Tiongkok selama kegiatan kunjungan di area Gate In.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu hal yang menarik bagi saya karena saya dapat melihat aktivitas kerja dari sudut pandang yang berbeda. Saya tidak hanya belajar mengenai administrasi dan pengadaan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan pengunjung serta membantu kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan.
Dari pengalaman tersebut, saya menyadari bahwa kesempatan untuk belajar selama magang dapat datang dari berbagai tugas. Tidak semua pengalaman harus sepenuhnya sesuai dengan bidang utama yang sedang kita jalani. Justru dengan mencoba berbagai kegiatan, saya dapat memperoleh wawasan dan pengalaman yang lebih luas.
Bertemu dengan Teman dari Berbagai Latar Belakang
Salah satu hal yang paling berkesan selama menjalani magang adalah kesempatan untuk bertemu dengan teman-teman baru. Saya berkenalan dengan peserta magang yang berasal dari berbagai jurusan dan universitas.
Kami memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda, tetapi dipertemukan dalam lingkungan yang sama untuk belajar dan mendapatkan pengalaman kerja. Dari sana, saya dapat bertukar cerita, pengalaman, serta pandangan dengan teman-teman yang memiliki bidang studi yang berbeda.
Bagi saya, pengalaman magang bukan hanya memberikan pengetahuan mengenai pekerjaan, tetapi juga memperluas pertemanan dan relasi. Saya belajar untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, bekerja sama, dan berkomunikasi dengan berbagai orang.
Pengalaman sebagai Bekal untuk Masa Depan
Salah satu hal yang membuat pengalaman magang ini semakin berarti adalah karena apa yang saya pelajari dapat menjadi bekal untuk masa depan. Bagi saya, magang bukan sekadar kegiatan untuk mengisi waktu luang selama libur semester, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mulai membangun pengalaman sejak masih berada di bangku kuliah.
Selama magang, saya mendapatkan pengalaman dalam pengolahan data, pencatatan pembelian, pengelolaan dokumen transaksi, pengarsipan, serta memahami proses administrasi dalam kegiatan procurement. Pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari portofolio dan riwayat pengalaman saya untuk ke depannya.
Ketika nantinya saya memasuki dunia kerja dan mulai melamar pekerjaan, pengalaman magang ini dapat menjadi salah satu bekal yang dapat saya cantumkan dalam CV maupun portofolio. Setidaknya, saya sudah memiliki gambaran mengenai lingkungan kerja dan pernah terlibat secara langsung dalam menjalankan berbagai tugas serta tanggung jawab.
Pengalaman ini juga mengajarkan saya bahwa membangun persiapan untuk masa depan tidak harus menunggu sampai lulus kuliah. Selama masih menjadi mahasiswa, saya dapat mulai mencari pengalaman, mempelajari kemampuan baru, dan mengembangkan diri melalui berbagai kesempatan yang tersedia.
Pelajaran dari Keberanian untuk Memulai
Jika melihat kembali ke awal, saya sempat ragu untuk mengajukan magang karena merasa masih berada di semester 2. Saya bahkan sempat berpikir bahwa pengalaman seperti ini mungkin lebih cocok dilakukan ketika sudah berada di semester yang lebih tinggi.
Namun, keputusan untuk akhirnya mencoba justru memberikan pengalaman yang tidak saya bayangkan sebelumnya.
Melalui magang, saya dapat memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat, bertemu dengan teman-teman dari berbagai jurusan dan universitas, serta mendapatkan pengalaman langsung mengenai bidang procurement dan administrasi. Saya juga memperoleh pengalaman yang dapat menjadi bekal dan portofolio untuk perjalanan saya ke depan, terutama ketika nantinya mulai mempersiapkan diri untuk melamar pekerjaan.
Sebagai mahasiswa yang akan memasuki semester 3, pengalaman magang ini menjadi salah satu langkah awal yang berharga bagi saya. Saya menyadari bahwa masih banyak hal yang perlu dipelajari dan dikembangkan. Namun, setidaknya saya telah berani mengambil kesempatan untuk mencoba dan keluar dari rasa ragu.
Dari pengalaman ini, saya belajar bahwa kita tidak harus menunggu sampai merasa sepenuhnya siap untuk memulai sesuatu. Terkadang, langkah kecil yang awalnya dilakukan dengan penuh keraguan justru dapat membawa kita pada pengalaman baru, pertemanan, pembelajaran, dan kesempatan untuk mempersiapkan masa depan.
Jangan takut mencoba hanya karena merasa belum cukup siap. Karena terkadang, keberanian untuk memulai adalah langkah pertama untuk mendapatkan pengalaman, membangun portofolio, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja di masa depan.