Jagat Satwa Nusantara Gelar Workshop Reptile Photography Bersama Riza Marlon

Jakarta, 22 Agustus 2026 — Jagat Satwa Nusantara (JSN) – TMII menggelar Workshop Reptile Photography bersama wildlife photographer Riza Marlon pada Sabtu, 22 Agustus 2026, di Auditorium Museum Komodo, Jagat Satwa Nusantara – TMII. Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian Photo Hunt Jagat Satwa Nusantara yang mengajak masyarakat mengenal dan mengabadikan keanekaragaman satwa melalui fotografi.

Rangkaian Photo Hunt Jagat Satwa Nusantara berlangsung pada 5 Juli hingga 15 Agustus 2026 dan diikuti oleh 70 peserta. Antusiasme peserta terlihat dari beragam karya fotografi yang masuk dan menampilkan berbagai karakter satwa di Jagat Satwa Nusantara. Dari seluruh karya yang berpartisipasi, proses penjurian kemudian menghasilkan tiga juara utama dan tiga juara harapan.

Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek fotografi, antara lain komposisi, pencahayaan, ketepatan fokus, pemilihan sudut pengambilan gambar, ketepatan momen, ketajaman objek, keseimbangan visual, penggunaan refleksi, serta kemampuan menempatkan satwa sebagai center atau focal point dalam frame. Selain kualitas teknis, juri juga memperhatikan bagaimana sebuah foto mampu menangkap karakter satwa dan membangun cerita melalui visual.

Rangkaian Photo Hunt kemudian ditutup melalui Workshop Reptile Photography bersama Riza Marlon. Dalam workshop, peserta mendapatkan pembekalan mengenai fotografi wildlife, mulai dari pengaturan kamera, komposisi, pencahayaan, pemilihan angle, fokus, hingga teknik menangkap karakter dan momen satwa.

Menurut Riza Marlon, fotografi satwa tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan gambar yang menarik. Fotografer perlu memahami subjek, membaca situasi, menunggu momen, dan memiliki kepekaan terhadap lingkungan di sekitarnya. “Foto yang bagus bukan hanya soal kameranya, tetapi bagaimana kita melihat dan memahami satwa yang kita foto,” menjadi salah satu pesan utama yang ditekankan dalam sesi workshop.

Setelah sesi materi, peserta mengikuti praktik fotografi secara langsung di area Jagat Satwa Nusantara. Peserta mengaplikasikan teknik yang telah dipelajari dengan mengeksplorasi berbagai angle, pencahayaan, komposisi, serta momen untuk mendapatkan hasil foto terbaik tanpa mengganggu aktivitas alami satwa.

Tidak berhenti pada praktik, peserta kemudian mengikuti sesi review dan evaluasi foto bersama Riza Marlon. Foto hasil praktik dibahas secara langsung untuk melihat kekuatan dan hal-hal yang masih dapat dikembangkan, termasuk penempatan objek utama, pencahayaan, ketepatan momen, komposisi, penggunaan refleksi, hingga kemampuan foto dalam menyampaikan cerita.

Aspek etika fotografi satwa juga menjadi bagian penting dalam workshop. Peserta diajak memahami bahwa mendapatkan foto yang baik tidak boleh mengorbankan kenyamanan dan kesejahteraan satwa. Menjaga jarak, tidak mengganggu perilaku alami, serta memahami karakter satwa menjadi bagian dari tanggung jawab seorang wildlife photographer.

70 Peserta, Enam Karya Terbaik

Dari 70 peserta yang mengikuti Photo Hunt, enam karya berhasil terpilih sebagai pemenang. Tiga peserta ditetapkan sebagai Juara 1, Juara 2, dan Juara 3, sementara tiga peserta lainnya meraih Juara Harapan.

Juara 1 diraih oleh Andri Priyo Utomo melalui karya berjudul “Tatapan Sang Penguasa Perairan”.

Juara 2 diraih oleh Muhyiddin Zamiril Alie melalui karya “Bahasa Keindahan”.

Juara 3 diraih oleh Nila Salina melalui karya “Bearded Dragon”.

Sementara itu, tiga peserta yang mendapatkan Juara Harapan adalah:

  • Nadirsyah Sihotang“Elang Jawa”
  • Fikri Budi“Pesona Datz Borneo”
  • Garda Carumna Iskayunoka“Julang Emas dengan Buah Presisi di Antara Paruh”

Para pemenang mendapatkan apresiasi sesuai dengan kategori yang diraih. Juara 1 memperoleh hadiah Rp2.500.000 dan mengikuti Workshop Reptile Photography, Juara 2 memperoleh Rp1.500.000 dan mengikuti workshop, serta Juara 3 memperoleh Rp1.000.000 dan mengikuti workshop. Sementara itu, tiga Juara Harapan mendapatkan kesempatan mengikuti workshop serta Exclusive Book karya Riza Marlon.

Karya-karya tersebut menunjukkan beragam pendekatan peserta dalam menerjemahkan karakter satwa ke dalam sebuah karya visual. Mulai dari permainan cahaya, pemanfaatan refleksi, ketepatan momen, hingga kemampuan menempatkan satwa sebagai pusat perhatian dalam frame menjadi bagian yang memperkuat kualitas karya para pemenang.

Antusiasme 70 peserta dalam Photo Hunt menjadi salah satu indikator positif bahwa fotografi dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk mengenal satwa secara lebih dekat. Melalui kompetisi, peserta tidak hanya berburu gambar, tetapi juga ditantang untuk mengamati satwa, memahami perilakunya, dan mencari momen terbaik tanpa mengganggu kesejahteraannya.

Melalui rangkaian Photo Hunt, kompetisi fotografi, workshop, praktik lapangan, hingga evaluasi karya, Jagat Satwa Nusantara berupaya menjadikan fotografi sebagai medium yang mempertemukan kreativitas, edukasi, apresiasi satwa, dan konservasi.

Keberhasilan rangkaian kegiatan ini menjadi momentum bagi Jagat Satwa Nusantara untuk terus menghadirkan program serupa dengan cakupan yang lebih luas dan pengalaman yang semakin menarik bagi masyarakat.

Lebih dari sekadar menghasilkan foto, JSN ingin mendorong masyarakat untuk melihat satwa dengan lebih dekat, memahami dengan lebih baik, dan pada akhirnya ikut menjaga keberadaannya.

Kontak Media:

Dinda Marsha
Public Relation Education & Conservation
Jagat Satwa Nusantara
dinda.marsha@jagatsatwa.id
0812-9466-4630

Berlangganan Layanan Email Kami

Dapatkan informasi mengenai Promo dan Kegiatan di Jagat Satwa Nusantara