Ada kekaguman yang cukup disimpan melalui buku, jurnal, atau layar. Namun ada pula kekaguman yang tumbuh begitu besar hingga membawa seseorang menempuh ribuan kilometer untuk melihatnya dengan mata kepala sendiri. Kekaguman itulah yang membawa Dr. Stevan Tokin, seorang veterinarian sekaligus pemilik Zoo Centar di Beograd, Serbia, datang mengunjungi Jagat Satwa Nusantara. Perjalanannya ke Indonesia memiliki satu ketertarikan yang spesifik. Bukan semata ingin melihat sebanyak mungkin satwa, melainkan untuk bertemu lebih dekat dengan kelompok burung Lophura, atau kelompok sempidan yang beberapa jenisnya hidup di kawasan Indonesia dan Asia Tenggara.
Ketika Satu Satwa Membawa Seseorang Melintasi Negara
Bagi sebagian orang, seekor burung mungkin hanya terlihat dari warna bulunya, bentuk tubuhnya, atau suara yang dikeluarkannya. Namun bagi seseorang yang mencintai dunia satwa, satu spesies dapat membuka begitu banyak pintu. Banyak hal yang bisa dibahas dari sana mulai dari evolusi, perilaku, reproduksi, habitat, hingga cerita mengenai tempat asalnya. Begitu pula ketertarikan Dr. Stevan terhadap Lophura. Kelompok burung dari famili Phasianidae ini memiliki keragaman yang kuat di kawasan Asia Tenggara. Indonesia sendiri menjadi rumah bagi sejumlah jenis Lophura, termasuk beberapa jenis yang memiliki sebaran terbatas dan menghadapi berbagai tantangan konservasi di habitat alaminya.
Sempidan Indonesia di Mata Dunia
Indonesia dikenal memiliki kekayaan biodiversitas yang luar biasa. Tetapi terkadang, karena kekayaan itu berada begitu dekat dengan kehidupan kita, mudah bagi kita untuk lupa betapa istimewanya satwa-satwa tersebut di mata orang lain. Kunjungan Dr. Stevan menjadi pengingat kecil tentang hal itu. Satwa yang bagi kita mungkin pernah terlihat dalam buku fauna Indonesia, foto, atau bahkan berada tidak jauh dari tempat kita tinggal, dapat menjadi spesies yang begitu ingin dilihat dan dipelajari oleh seseorang yang datang dari ribuan kilometer jauhnya. Genus Lophura sendiri merupakan salah satu kelompok Phasianidae yang banyak ditemukan di Asia Tenggara. Kawasan ini menjadi salah satu pusat penting keanekaragaman burung Phasianidae, termasuk berbagai jenis sempidan. Beberapa anggota genus Lophura yang tercatat di Indonesia antara lain Sempidan Kalimantan (Lophura bulweri), Sempidan Sumatra (Lophura inornata), serta sejumlah jenis lain yang tersebar di kawasan Sunda dan Kalimantan. Pertemuan dengan satwa-satwa seperti inilah yang kemudian membuka ruang percakapan lebih luas. Tidak hanya mengenai keindahan fisiknya, tetapi juga mengenai karakteristik biologis, pemeliharaan, reproduksi, hingga bagaimana pengetahuan mengenai satwa terus dikembangkan.
Kunjungan Dr. Stevan Tokin ke Jagat Satwa Nusantara menjadi kesempatan untuk berbagi pengetahuan sekaligus mengenal lebih dekat keanekaragaman satwa Indonesia, khususnya kelompok Lophura atau sempidan. Melalui pertemuan dengan praktisi satwa dari berbagai negara, Jagat Satwa Nusantara berharap dapat terus membuka ruang diskusi dan kolaborasi yang mendukung pengembangan pengetahuan serta konservasi satwa Indonesia.
Dari Serbia hingga Indonesia, satu rasa kagum menemukan jalannya menuju sempidan Nusantara.
***
Instagram & Tiktok: jagatsatwa.tmii
Youtube: Jagat Satwa Nusantara
Pemesanan tiket: https://tiket.jagatsatwanusantara.id/
Kontak Media
Firly Alvita – Media Relations Jagat Satwa Nusantara
Email: firly.alvita@jagatsatwa.id