Kura-kura Kesturi Punggung Gergaji

Nama umum: Kura-kura Kesturi Punggung Gergaji

Nama ilmiah: Sternotherus carinatus

Famili: Kinosternidae

Asal habitat: Endemik di Amerika Serikat bagian selatan, tersebar dari Oklahoma tenggara, Arkansas, Louisiana, hingga Texas timur dan Mississippi. Mereka mendiami perairan tawar yang mengalir lambat seperti sungai berdasar pasir atau lumpur, rawa-rawa, dan danau yang kaya akan vegetasi serta kayu tumbang.

Ukuran: 13–15 cm

Harapan hidup: 20 hingga 30 tahun


Ciri-Ciri dan Morfologi

Sternotherus carinatus adalah spesies terbesar di genusnya, namun yang paling membuatnya ikonik adalah bentuk karapasnya (tempurung atas). Karapas kura-kura ini membentuk sudut segitiga yang sangat curam dengan lunas (keel) tengah yang sangat tajam dan menonjol menyerupai silet atau bubungan atap. Warna tempurungnya berkisar dari cokelat muda, zaitun, hingga jingga kusam dengan pola garis-garis atau bintik-bintik hitam vertikal yang tegas. Kulit tubuhnya berwarna abu-abu kecokelatan dengan bintik-bintik hitam kecil yang rapat di seluruh kepala dan lehernya. Berbeda dengan kura-kura pada umumnya, plastron (tempurung bawah) mereka sangat kecil dan hanya memiliki satu engsel yang tidak terlalu fungsional.


Habitat dan Perilaku

Kura-kura ini menghabiskan hampir seluruh hidupnya di dalam air (highly aquatic). Mereka bukanlah perenang handal yang suka bermanuver di kolom air terbuka, melainkan lebih suka berjalan dan merayap di dasar perairan di antara ranting dan sisa-sisa tanaman. Meskipun sangat akuatik, mereka terkadang memanjat batang kayu yang menjorok ke air untuk berjemur (basking), terutama pada pagi hari. Ketika merasa terancam, mereka memiliki kelenjar khusus di dekat dua sisi tubuhnya yang dapat mengeluarkan cairan musk berbau sangat menyengat dan tidak sedap untuk mengusir predator—fitur pertahanan khas keluarga Kinosternidae.


Pola Makan

Sternotherus carinatus adalah hewan karnivora oportunistik yang sebagian besar mencari makan di dasar perairan (benthic feeder). Makanan utama mereka terdiri dari berbagai jenis invertebrata seperti siput air, kerang kecil, udang, crayfish, dan larva serangga. Mereka memiliki otot rahang dan paruh yang sangat kuat, diadaptasi khusus untuk menghancurkan cangkang keras dari moluska. Di lingkungan penangkaran atau eksibisi, mereka juga sesekali mau mengonsumsi sedikit materi tumbuhan atau pelet tenggelam, namun protein hewani tetap menjadi porsi utama dietnya.


Fakta Menarik

  • Wajah Berbintik Tanpa Garis: Berbeda dengan kerabat dekatnya Sternotherus odoratus (Common Musk Turtle) yang memiliki garis kuning tegas di wajah, S. carinatus hanya memiliki pola bintik-bintik hitam murni tanpa garis sama sekali di kepalanya.

  • Kamuflase Silet: Bentuk tempurungnya yang menyerupai silet tajam dan berwarna kecokelatan berfungsi sebagai kamuflase sempurna di dasar sungai, membuat mereka terlihat seperti sebongkah batu bersudut atau potongan kayu mati bagi predator dari atas.

  • Kaki Berselaput Penuh: Meskipun lebih banyak menghabiskan waktu merayap di dasar, kaki belakang mereka dilengkapi selaput penuh yang kuat, membantu mereka mendorong tubuh dengan cepat menerobos arus sungai saat harus melarikan diri ke tempat persembunyian.

Berlangganan Layanan Email Kami

Dapatkan informasi mengenai Promo dan Kegiatan di Jagat Satwa Nusantara