Ikan Sturgeon Rusia

Nama umum: Ikan Sturgeon Rusia

Nama ilmiah: Acipenser gueldenstaedtii

Famili: Acipenseridae

Asal habitat: Native di Laut Hitam, Laut Azov, dan Laut Kaspia beserta sistem sungai-sungai besar yang terhubung dengannya (seperti Sungai Danube, Dnieper, Volga, dan Ural).

Ukuran: Panjang rata-rata 1,5–2 meter dengan berat 30–80 kg (Spesimen tua di alam liar tercatat dapat mencapai panjang lebih dari 2,3 meter dan berat melebihi 110 kg).

Harapan hidup: 30 hingga 50 tahun (dapat mencapai usia lebih dari 80 tahun).


Ciri-Ciri dan Morfologi

Acipenser gueldenstaedtii adalah ikan purba dengan struktur tubuh megah yang khas dari kelompok sturgeon. Tubuhnya memanjang dan tidak memiliki sisik biasa, melainkan dilindungi oleh lima barisan sisik tulang tebal menyerupai perisai (bony scutes/bony plates) di sepanjang punggung, samping, dan perutnya. Punggungnya berwarna abu-abu kehijauan, zaitun, hingga kehitaman, sedangkan bagian perutnya berwarna putih bersih. Moncongnya (snout) pendek, lebar, dan tumpul. Di bagian bawah moncongnya, tepat di depan mulut protraktil yang terletak di posisi bawah, terdapat dua pasang sungut sensorik (barbels) pendek yang tidak bercabang yang menggantung sejajar. Sirip ekornya berbentuk heteroserkal (bagian atas jauh lebih panjang daripada bagian bawah), menyerupai bentuk ekor hiu.


Habitat dan Perilaku

Spesies ini bersifat anadromus, yaitu menghabiskan sebagian besar masa dewasanya mencari makan di laut dangkal atau perairan payau berdasar lumpur/pasir, lalu melakukan migrasi jarak jauh (spawning migration) menaiki arus sungai air tawar yang jernih dan berdasar kerikil/batu untuk memijah. Di alam liar, mereka adalah pemukim dasar perairan (demersal) yang bergerak lambat namun mampu berenang sangat jauh. Perilaku pemijahan sangat bergantung pada suhu air dan arus sungai yang deras; mereka memijah di dasar sungai berkerikil tempat telur-telur perekatnya dapat menempel dengan aman.


Pola Makan

Spesies ini adalah karnivora bentik / pemakan dasar (bottom feeder). Makanan alami mereka didominasi oleh organisme bentik seperti moluska (kerang dan siput air), krustasea (udang dan kepiting kecil), cacing poliketa, serta ikan-ikan kecil dasar. Mereka berburu menggunakan sungut sensitifnya untuk mendeteksi mangsa yang tersembunyi di balik substrat halus atau sela-sela batu, lalu menyedotnya secara mekanis menggunakan mulutnya yang dapat dipanjangkan seperti pipa vacuum.


Fakta Menarik

  • Produsen Utama Kaviar Ossetra: Acipenser gueldenstaedtii adalah salah satu spesies paling bernilai tinggi secara komersial di dunia karena merupakan penghasil Kaviar Ossetra (Osetra Caviar), salah satu jenis kaviar paling mewah dan mahal setelah Beluga.

  • Fosil Hidup Purba: Garis keturunan famili Acipenseridae telah ada sejak zaman Kapur (Cretaceous), lebih dari 200 juta tahun yang lalu. Struktur rangka mereka sebagian besar masih berupa tulang rawan (cartilaginous skeleton), bukan tulang keras sejati.

  • Kritis Terancam Punah (Critically Endangered): Akibat eksploitasi berlebihan (overfishing) untuk perdagangan kaviar ilegal, pembangunan bendungan yang menghalangi rute migrasi pemijahan, serta pencemaran sungai, populasi liar A. gueldenstaedtii telah merosot lebih dari 90% dan kini berstatus Critically Endangered (CR) dalam Daftar Merah IUCN serta dilindungi ketat di bawah CITES Appendix II.

Berlangganan Layanan Email Kami

Dapatkan informasi mengenai Promo dan Kegiatan di Jagat Satwa Nusantara