Ketam Kenari

Nama umum: Ketam Kenari

Nama ilmiah: Birgus latro

Famili: Coenobitidae

Asal habitat: Tersebar di pulau-pulau di wilayah Samudera Hindia dan Pasifik Tengah. Di Indonesia, populasi besarnya dapat ditemukan di wilayah Indonesia Timur seperti Maluku, Maluku Utara, dan Papua. Mereka menghuni hutan pantai dan kawasan berbatu di dekat pesisir.

Ukuran: Bentang kaki hingga 1 meter (berat mencapai 4 kg)

Harapan hidup: 30 hingga 60 tahun


Ciri-Ciri dan Morfologi

Ketam Kenari memegang rekor sebagai artropoda darat terbesar di dunia. Meskipun merupakan jenis umang-umang (hermit crab), individu dewasa tidak membawa cangkang siput karena mereka telah mengembangkan eksoskeleton yang sangat keras dan tebal di bagian abdomen. Warna tubuhnya bervariasi dari biru keunguan, oranye, hingga merah kecokelatan. Fitur paling mengesankan adalah sepasang capit (chelipeds) raksasanya yang memiliki kekuatan jepit luar biasa, mampu mengangkat beban hingga 28 kg dan menghasilkan gaya tekan yang setara dengan gigitan predator besar.


Habitat dan Perilaku

Berbeda dengan kerabat kepiting lainnya, Ketam Kenari adalah hewan yang sepenuhnya beradaptasi dengan kehidupan di darat. Mereka memiliki organ yang disebut paru-paru branchiostegal, yaitu tahap evolusi antara insang dan paru-paru yang memungkinkan mereka menghirup oksigen dari udara (mereka justru akan tenggelam jika berada di dalam air terlalu lama). Mereka bersifat nokturnal dan sangat teritorial. Mereka adalah pemanjat pohon yang sangat mahir; mereka bisa memanjat pohon kelapa setinggi 10 meter dengan mudah menggunakan kaki-kaki mereka yang kuat untuk mencari makanan atau menghindari predator.


Pola Makan

Meskipun menyandang nama “Ketam Kenari”, mereka sebenarnya adalah omnivora pemakan bangkai (scavenger) yang oportunistik. Diet utama mereka meliputi buah-buahan berdaging, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Mereka terkenal karena kemampuannya mengupas kulit kelapa yang keras menggunakan capitnya untuk mengambil daging buah di dalamnya. Namun, mereka juga tidak ragu memangsa hewan kecil yang bergerak lambat, memakan bangkai hewan, bahkan terkadang melakukan kanibalisme terhadap sesama ketam yang lebih kecil.


Fakta Menarik

  • Kepiting Pencuri: Di beberapa daerah, mereka dijuluki “Robber Crab” karena hobi mereka mencuri benda-benda dari perkemahan manusia, seperti sendok, panci, atau barang mengkilap lainnya yang mereka kira adalah makanan.

  • Indra Penciuman Tajam: Mirip dengan serangga, mereka menggunakan antena untuk mendeteksi bau makanan dari jarak yang sangat jauh, bahkan di tengah kegelapan malam hutan pantai.

  • Pertumbuhan Lambat: Ketam ini membutuhkan waktu berkali-kali pergantian kulit (molting) yang berbahaya untuk mencapai ukuran raksasa, dan mereka membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mencapai kematangan seksual.

 

Berlangganan Layanan Email Kami

Dapatkan informasi mengenai Promo dan Kegiatan di Jagat Satwa Nusantara