Kadal Berjanggut

Nama umum: Kadal Berjanggut

Nama ilmiah: Pogona vitticeps

Famili: Agamidae

Asal habitat: Spesies ini endemik di wilayah gersang dan semi-gersang di Australia tengah dan timur. Mereka ditemukan di berbagai habitat mulai dari hutan terbuka, semak belukar, hingga gurun pasir yang kering.

Ukuran: 40–60 cm (termasuk ekor)

Harapan hidup: 10 hingga 15 tahun


Ciri-Ciri dan Morfologi

Naga Berjanggut memiliki tubuh yang relatif pipih dengan deretan sisik berduri yang menonjol di sepanjang sisi tubuh dan kepala mereka. Karakteristik yang paling ikonik adalah “janggut” di bawah rahangnya—sebuah kantung kulit yang dipenuhi duri lunak yang dapat dikembangkan dan berubah menjadi warna hitam pekat saat mereka merasa terancam atau sedang pamer selama musim kawin. Warna tubuh alami mereka biasanya berkisar antara cokelat pasir, abu-abu, hingga kemerahan, yang berfungsi sebagai kamuflase sempurna di tanah gurun. Mereka memiliki rahang yang kuat dan anggota badan yang kokoh untuk memanjat maupun berlari di atas tanah.


Habitat dan Perilaku

Reptil ini adalah hewan diurnal (aktif di siang hari) dan semi-arboreal. Meskipun sering terlihat di permukaan tanah, mereka adalah pemanjat yang mahir dan sering terlihat berjemur di atas pagar, bebatuan, atau dahan pohon untuk mendapatkan sinar matahari. Naga Berjanggut memiliki bahasa tubuh yang sangat unik untuk berkomunikasi; mereka sering melakukan gerakan “melambai” dengan salah satu kaki depannya (arm-waving) sebagai tanda ketundukan, serta melakukan gerakan mengangguk-anggukkan kepala (head-bobbing) untuk menunjukkan dominasi. Mereka adalah reptil yang cenderung tenang dan jarang menunjukkan agresi kecuali jika sangat terdesak.


Pola Makan

Pogona vitticeps adalah hewan omnivora sejati dengan diet yang berubah seiring bertambahnya usia. Saat masih muda (juvenil), mereka lebih bersifat insektivora, mengonsumsi serangga dalam jumlah besar (seperti jangkrik dan belalang) untuk mendukung pertumbuhan yang cepat. Namun, setelah dewasa, mereka menjadi lebih herbivora; sekitar 70-80% makanan mereka terdiri dari berbagai jenis sayuran hijau, bunga, dan buah-buahan. Di alam liar, mereka adalah pemburu oportunistik yang juga tidak ragu untuk memangsa kadal kecil atau tikus kecil jika tersedia.


Fakta Menarik

  • Janggut Hitam: Perubahan warna janggut menjadi hitam tidak hanya untuk pertahanan, tetapi juga berfungsi untuk menyerap panas lebih cepat di pagi hari yang dingin.

  • Fotoreseptor Parietal: Seperti banyak reptil lainnya, mereka memiliki “mata ketiga” kecil di atas kepala yang membantu mereka mendeteksi perubahan cahaya dan bayangan dari predator udara seperti burung pemangsa.

  • Penyimpan Air: Mereka memiliki kemampuan luar biasa untuk bertahan hidup di lingkungan gurun yang ekstrem; mereka dapat menyerap air melalui kulit dan mengeluarkan limbah dalam bentuk kristal asam urat yang kering untuk menghemat cairan tubuh.

Berlangganan Layanan Email Kami

Dapatkan informasi mengenai Promo dan Kegiatan di Jagat Satwa Nusantara