Nama umum: Sanca Timor
Nama ilmiah: Python timoriensis
Famili: Pythonidae
Asal habitat: Sesuai namanya, ular ini merupakan spesies endemik di wilayah Nusa Tenggara, Indonesia. Mereka ditemukan di Pulau Timor, Flores, dan kemungkinan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Mereka menghuni hutan hujan terbuka dan kawasan semak belukar.
Ukuran: 2–3 meter
Harapan hidup: 15 hingga 20 tahun
Ciri-Ciri dan Morfologi
Sanca Timor adalah salah satu anggota keluarga sanca yang paling indah namun sering kali disalahpahami. Meskipun membawa nama “Timor”, secara genetik mereka justru lebih dekat kekerabatannya dengan Sanca Kembang (Malayopython reticulatus). Tubuhnya relatif lebih ramping dibandingkan sanca lainnya dengan pola warna yang sangat eksotis; sisiknya memiliki warna dasar cokelat keemasan atau kuning kecokelatan yang dihiasi dengan pola geometris yang menyerupai rantai atau jaring di bagian punggung. Salah satu ciri yang paling memukau adalah sifat iridescence pada sisiknya, yang akan memancarkan kilauan pelangi saat terkena cahaya matahari langsung. Kepalanya berbentuk memanjang dengan lubang sensor panas (heat pits) yang jelas di sepanjang bibirnya.
Habitat dan Perilaku
Ular ini adalah penghuni hutan yang lincah dan bersifat semi-arboreal, artinya mereka menghabiskan waktu baik di atas pohon maupun di lantai hutan. Sanca Timor dikenal sebagai ular yang sangat waspada, pemalu, dan cenderung menghindari kontak dengan manusia. Mereka aktif di malam hari (nokturnal) untuk mencari makan dan berjemur di siang hari untuk mengatur suhu tubuh. Secara temperamen, ular ini sering dianggap lebih “setia” pada insting liarnya dan lebih gugup dibandingkan sanca jenis lain, sehingga mereka memerlukan lingkungan yang sangat tenang untuk merasa aman.
Pola Makan
Sebagai predator penyergap yang karnivora, Sanca Timor mengandalkan sensor panas di bibirnya untuk mendeteksi mangsa berdarah panas di kegelapan malam. Diet utama mereka terdiri dari mamalia kecil seperti tikus dan celurut, serta berbagai jenis burung. Karena kemampuannya memanjat, mereka sering menyergap burung yang sedang beristirahat di dahan pohon. Mangsa ditangkap dengan serangan kilat, kemudian dililit (konstriksi) hingga detak jantungnya berhenti sebelum ditelan secara utuh.
Fakta Menarik
-
Salah Nama: Meskipun disebut Sanca Timor, populasi terbesarnya justru lebih sering tercatat di Pulau Flores daripada di Pulau Timor itu sendiri.
-
Sisik Pelangi: Efek pelangi pada sisiknya bukan berasal dari pigmen warna, melainkan dari struktur mikroskopis pada sisik yang membiaskan cahaya, mirip dengan fenomena pada minyak di atas air.
-
Bukan Raksasa: Dibandingkan dengan kerabat dekatnya, Sanca Kembang yang bisa mencapai 6-7 meter, Sanca Timor termasuk kategori sanca berukuran sedang yang jarang sekali tumbuh melebihi 3 meter.