Nama umum: Cikukua Tanduk
Nama ilmiah: Philemon buceroides
Famili: Meliphagidae
Asal habitat: Spesies ini tersebar di wilayah Indonesia bagian timur (Nusa Tenggara dan Maluku), Pulau Papua bagian selatan, hingga wilayah utara Australia. Mereka menghuni berbagai lingkungan mulai dari hutan bakau, hutan musim, hingga area perkebunan.
Ukuran: 32–36 cm
Harapan hidup: 10 hingga 15 tahun
Ciri-Ciri dan Morfologi
Koakiau memiliki penampilan yang sangat unik dan “kasar” jika dibandingkan dengan burung pengisap madu lainnya. Tubuhnya didominasi oleh warna cokelat keabu-abuan yang kusam, namun daya tarik utamanya terletak pada bagian kepalanya. Mereka memiliki wajah tanpa bulu (telanjang) berwarna hitam pekat, serta “tanduk” atau tonjolan kecil di atas pangkal paruh hitamnya yang kuat—inilah yang mendasari nama ilmiah buceroides (menyerupai burung enggang/rangkong). Lehernya sering kali tampak berkerut dengan bulu-bulu perak halus di bagian tenggorokan, memberikan kesan primitif sekaligus karismatik.
Habitat dan Perilaku
Burung ini merupakan penghuni tajuk pohon yang sangat berisik dan agresif. Mereka dikenal sebagai “polisi hutan” karena sifatnya yang waspada; mereka akan mengeluarkan suara peringatan yang keras jika melihat predator. Koakiau memiliki perilaku sosial yang kompleks dan sering terlihat dalam kelompok kecil yang aktif bergerak. Mereka tidak ragu untuk mengusir burung lain yang berukuran lebih besar dari pohon sumber makanan mereka. Suaranya sangat khas, berupa rangkaian teriakan yang parau, keras, dan terdengar seperti “ko-ak-ki-au”, yang sering kali menjadi suara latar dominan di hutan-hutan Nusa Tenggara.
Pola Makan
Sebagai anggota keluarga Meliphagidae, Koakiau adalah pengisap nektar ulung yang memiliki lidah seperti kuas. Namun, diet mereka sebenarnya sangat beragam (omnivora). Selain nektar dari bunga-bunga pohon besar, mereka sangat gemar mengonsumsi buah-buahan liar yang berdaging. Untuk melengkapi kebutuhan protein, terutama saat musim berbiak, mereka aktif berburu serangga besar, laba-laba, dan terkadang memangsa vertebrata kecil seperti kadal pohon atau anak burung lain.
Fakta Menarik
-
Peniru yang Handal: Meskipun suaranya sendiri terdengar kasar, Koakiau mampu meniru beberapa suara burung lain di lingkungannya.
-
Peran Penyerbuk: Karena kegemarannya berpindah dari satu bunga ke bunga lain, burung ini menjadi agen penyerbukan penting bagi berbagai spesies pohon asli di wilayah Wallacea.
-
Tanduk Unik: Ukuran tonjolan atau “helm” di atas paruhnya bervariasi tergantung pada subspesies dan usia burung; semakin dewasa, tonjolan tersebut biasanya tampak lebih jelas.