Jagat Satwa Nusantara Berhasil Menetaskan Kura Leher Ular Parkeri (Chelodina parkeri) Setelah 109 Hari Inkubasi

Jakarta, 15 Oktober 2026 — Jagat Satwa Nusantara kembali mencatat keberhasilan dalam program pengembangbiakan satwa melalui penetasan telur Chelodina parkeri atau Parker’s Snake-necked Turtle. Keberhasilan ini menjadi salah satu pencapaian penting dalam pengelolaan reptil di Jagat Satwa Nusantara sekaligus menunjukkan konsistensi penerapan animal husbandry, manajemen reproduksi, dan pemantauan satwa berbasis data.

Proses reproduksi dimulai pada 27 Juni 2026, ketika induk Chelodina parkeri menghasilkan sebanyak 16 butir telur. Telur kemudian dikelola melalui proses inkubasi terkontrol dengan suhu sekitar 29°C dan kelembapan sekitar 85%. Setelah melalui pemantauan secara berkala selama lebih dari tiga bulan, penetasan berhasil tercatat pada 14 Oktober 2026, atau setelah menjalani masa inkubasi selama 109 hari atau sekitar 3 bulan 17 hari.
Selama masa inkubasi, tim Life Science Jagat Satwa Nusantara melakukan pengawasan terhadap kondisi telur serta kestabilan lingkungan inkubasi. Suhu, kelembapan, kondisi fisik telur, hingga perkembangan selama proses inkubasi menjadi bagian dari pencatatan yang dilakukan secara konsisten. Pendekatan ini memungkinkan setiap tahapan reproduksi terdokumentasi dengan baik dan dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan satwa berikutnya. Proses mulai dari pengamatan reproduksi, penanganan telur, pengaturan parameter inkubasi, hingga perawatan setelah menetas dilakukan melalui koordinasi antara keeper dan tim Life Science dengan mengutamakan ketelitian, konsistensi, dan kesejahteraan satwa.

Chelodina parkeri merupakan salah satu jenis kura-kura leher ular yang memiliki ciri khas berupa leher panjang dan kemampuan melipat leher ke arah samping ketika menarik kepala mendekati tempurung. Karakter morfologi yang unik serta kebutuhan pengelolaannya menjadikan spesies ini menarik untuk dipelajari, terutama dalam aspek reproduksi, pertumbuhan, dan adaptasinya di lingkungan terkontrol. Saat ini, spesies Kura Leher Ular Parkeri masuk ke dalam kategori Near Threatened atau terancam punah dalam status IUCN.

Setelah proses penetasan, pemantauan tidak berhenti. Anakan akan terus diamati melalui kondisi fisik, aktivitas, perkembangan berat dan ukuran tubuh, respons terhadap lingkungan, hingga proses adaptasi terhadap pemberian pakan. Setiap perkembangan akan masuk ke dalam record keeping individu sebagai bagian dari evaluasi jangka panjang.

Keberhasilan penetasan Chelodina parkeri ini sekaligus memperkuat komitmen Jagat Satwa Nusantara sebagai lembaga konservasi yang mengembangkan pengelolaan satwa melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan, animal welfare, pencatatan yang terukur, dan evaluasi berkelanjutan. Melalui keberhasilan reproduksi seperti ini, JSN tidak hanya menjaga keberlangsungan satwa dalam pengelolaan, tetapi juga membangun pengetahuan yang dapat mendukung kegiatan konservasi, penelitian, dan edukasi di masa mendatang.

 

Kontak Media:

Dinda Marsha
Public Relation Education & Conservation
Jagat Satwa Nusantara
dinda.marsha@jagatsatwa.id
0812-9466-4630

 

Berlangganan Layanan Email Kami

Dapatkan informasi mengenai Promo dan Kegiatan di Jagat Satwa Nusantara